PGN bangun toilet Rp 649 juta dukung pariwisata Danau Toba
Merdeka.com - Pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla saat ini tengah mengembangkan Danau Toba menjadi salah satu tujuan wisata unggulan. Pemerintah ingin menyulap Danau Toba menjadi Monaco ala Asia yang berkelas dunia.
PT Perusahaan Gas Negara (PGN), sebagai salah satu perusahaan milik negara, mendukung rencana pengembangan infrastruktur pemerintah di kawasan ini dengan membangun fasilitas sanitasi berupa toilet umum. Dana sebesar Rp 649 juta digelontorkan oleh PGN untuk membiayai pembangunan ini.
"Kami selama ini menyalurkan energi baik gas bumi di Medan, Sumut. Kami juga aktif menyalurkan energi baik dalam bentuk lainnya untuk mendukung pemberdayaan masyarakat maupun untuk mendukung pariwisata di Sumut,” kata Kepala Area PGN Medan, Saeful Hadi, Jumat (1/7).
Dana sekitar Rp 649 juta, selain untuk membangun toilet, juga untuk menyediakan bak sampah dan membangun jalan setapak serta satu unit gapura di Parapat, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun. Parapat adalah kota indah di tepi Danau Toba.
"Parapat ini adalah tujuan wisata yang sangat bagus sekali dan sangat terkenal dengan Danau Toba-nya. Danau toba ini adalah danau terbesar di Asia. Sayang bila potensi wisata ini tidak didukung dengan sarana dan prasaran yang memadai seperti toilet," ujar Saeful Hadi.
Saeful Hadi menambahkan, pembangunan toilet dan sarana pendukung lainnya sudah selesai dibangun dan diserahterimakan ke Camat Girsang Sipangan Bolon pada Kamis, 30 Juni 2016.
"Semoga dengan bantuan kecil ini dapat berdampak besar bagi meningkatnya wisatawan di Danau Toba," tutup Saeful.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli mengungkapkan pemerintah akan membuat Badan Otoritas yang memiliki wewenang khusus mengembangkan kawasan Danau Toba, sebagaimana ada di Pulau Bali.
Menko Rizal pun memaparkan konsep pengembangan kawasan Danau Toba. Pertama, pemerintah akan membersihkan Danau Toba, untuk selanjutnya dilakukan penanaman modal dan mengundang investor untuk membangun infrastruktur seperti jalan, listrik, serta internet.
"Akan dibuka 10 tender hotel, 4 nasional, 2 BUMN, dan 4 asing. Model pengembangan kawasan ini seperti di Hongkong dan Singapura," jelas Menko Rizal.
Diperkirakan kebutuhan dana untuk pengembangan Danau Toba mencapai USD 500 juta. Di samping mengembangkan kawasan real estate di Danau Toba, pemerintah juga akan mengelola manajemen usaha kecil di kawasan tersebut.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya