Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Petani makin miskin sebab pemerintahan SBY hobi impor

Petani makin miskin sebab pemerintahan SBY hobi impor petani teh. shutterstock

Merdeka.com - Kebijakan pemerintah Susilo Bambang Yudhoyono di sektor pertanian dan perdagangan dinilai tidak berhasil mensejahterakan petani. Padahal, 31 Januari 2007 silam, SBY mempunyai misi mensejahterakan petani melalui Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA).

Peneliti Kepala Kajian Agraria LIPI Lilis Mulyani mengatakan, salah satu kebijakan pemerintah SBY yang mematikan petani adalah kebijakan membuka keran impor hampir sebagian besar produk pertanian. Importasi dinilai sangat berlebihan sehingga petani tidak bisa bersaing.

"Petani tidak dibantu sisi kebijakan. Petani disuruh tanam kedelai, pemerintah banyak impor sama saja bohong. Semua kebijakan harus ikut," ucap Lilis ketika ditemui di LIPI, Jakarta, Kamis (16/1).

Lilis mencontohkan, komoditas lain yang kelebihan impor adalah daging sapi. Dari penilaian Lilis, sebenarnya Indonesia bisa memenuhi kebutuhan daging sapi masyarakat dari sapi lokal. Ini bisa terwujud jika kebijakan pemerintah berkesinambungan dan saling mendukung satu sama lainnya.

"Impor sapi buat apa, sapi kita dari NTB dan NTT kuat sekali. Kenapa kita mengimpor dan mematikan peternak. Kebijakan itu harusnya terkait. Perhatikan saja sekarang," tutupnya singkat.

(mdk/noe)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP