Pesan Menhub Budi ke anak buah, soal pungli dan izin bikin pusing
Merdeka.com - Kepolisian berhasil membongkar pungutan liar (pungli) yang terjadi di Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Bahkan, kepolisian melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di kementerian tersebut.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Awi Setiyono pun mengkonfirmasi OTT tersebut. "Iya kita melakukan OTT," ujar Awi ketika dihubungi merdeka.com.
Dalam OTT tersebut, kepolisian berhasil mengamankan 6 orang. Selain itu, Satgas OPP juga mengamankan sejumlah uang tunai sebagai barang bukti.
Awi menyatakan, dari lokasi pertama di lantai 6 Gedung Karya, petugas mengamankan Rp 34 juta. "Terus kita kembangkan lagi dan ada aliran dana ke lantai 12. Di sana kita temukan Rp 61 juta tunai dan juga dalam bentuk tabungan sebesar Rp 1 miliar," katanya.
Merasa ada yang tak beres di kementeriannya, Menteri Perhubungan Budi Karya angkat bicara. Menhub Budi mengaku dirinya sudah banyak mendapat banyak laporan pungutan liar di instansinya saat baru sebulan menjabat. Menurutnya, pungli banyak terjadi di bidang pelayanan perizinan.
"Satu bulan menjabat sebagai Menhub, saya mendapatkan berbagai laporan indikasi pungli di internal Kementerian," ujarnya.
Menhub Budi melanjutkan, karena kasus ini sudah menyangkut ranah hukum pidana, maka pihak berwajib dalam hal ini kepolisian langsung berkoordinasi aktif. "Kami menemukan fakta-fakta awal dan kemudian disampaikan ke pihak Kepolisian untuk melakukan investigasi hingga diperoleh bukti kuat dan terjadi operasi tangkap tangan di unit perizinan," jelasnya.
Atas kejadian ini, Menhub Budi pun mengultimatum dan berpesan kepada seluruh anak buahnya. Ini pesan-pesannya seperti dirangkum merdeka.com:
(mdk/sau)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya