Perusahaan tambang emas Bakrie rugi Rp 289 miliar tahun lalu
Merdeka.com - PT Bumi Resources Mineral Tbk (BRMS) mencatatkan kerugian kepada pemilik entitas induk di tahun 2012 sebesar USD 29,71 juta atau Rp 289,25 miliar. Hal ini berbanding terbalik dari tahun 2011 di mana perseroan justru mencatatkan keuntungan USD 77,96 juta atau Rp 759,01 miliar.
Kerugian perseroan tersebut berasal dari beban bunga dan keuangan di tahun 2012 yang naik menjadi USD 64,71 juta atau Rp 630 miliar dibandingkan tahun sebelumnya sebesar USD 44,64 juta atau Rp 434,61 miliar. Hal ini ditambah kerugian dari entitas asosiasi perseroan di tahun 2012 sebesar USD 15,11 juta atau Rp 147,11 miliar dibandingkan tahun 2011 justru untung sebesar USD 114,68 juta atau Rp 1,11 triliun.
Demikian dikutip dari keterangan yang diterbitkan Selasa (2/4).
Perseroan juga mencatatkan pendapatan bunga perseroan di tahun 2012 turun menjadi USD 3,36 juta atau Rp 32,71 miliar dari tahun 2011 sebesar USD 7 juta atau Rp 68,15 miliar.
Sementara beban usaha perseroan di tahun 2012 malah mengalami penurunan dari USD 13,78 juta atau Rp 134,16 miliar dibandingkan tahun 2011 sebesar USD 17,86 juta atau Rp 173,88 miliar. Laba usaha perseroan di tahun 2012 naik menjadi USD 8,50 juta atau Rp 82,75 miliar dibandingkan tahun sebelumnya USD 2,97 juta atau Rp 28,91 miliar.
Anomali juga terlihat bahwa perseroan seiring mencatatkan kerugian, perusahaan tambang milik keluarga Bakrie ini malah membukukan pendapatan di tahun 2012 naik menjadi USD 22,21 juta atau Rp 216,23 miliar dibandingkan tahun sebelumnya sebesar USD 20,83 juta atau Rp 202,8 miliar. (mdk/bmo)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya