Perusahaan Raksasa Indonesia Milik Keluarga, Ada yang Berasal dari Bisnis Rumahan
Merdeka.com - Riset McKinsey menyebut pentingnya peran perusahaan keluarga dalam perekonomian dunia. Menurut McKinsey 80 persen Produk Domestik Bruto (PDB) negara-negara di dunia ternyata berasal dari perusahaan keluarga.
Sementara, dari seluruh perusahaan yang ada di dunia, 60 persennya masih dimiliki oleh keluarga. "Mereka ini memainkan peran penting, karena rata-rata perusahaan keluarga mampu membukukan pendapatan USD1 miliar (atau sekitar Rp14,5 triliun jika memakai kurs saat ini)," kata Rektor PresUniv, Jony Oktavian Haryanto, Senin (1/11).
Di berbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia, saat ini bisnis rintisan atau startup tumbuh bak jamur di musim hujan. Maraknya bisnis startup saat ini pun tak lepas dari peran perusahaan keluarga.
Adapun sekitar 85 persen startup ternyata mendapatkan modal pertamanya dari bisnis keluarga. Kini, sejumlah bisnis rintisan telah berkembang menjadi Unicorn, dan bahkan Decacorn.
"Kehadiran startup tersebut diharapkan mampu menginspirasi banyak perusahaan, termasuk perusahaan keluarga, untuk menjadikan krisis justru sebagai peluang bisnis baru," kata dia.
Di Indonesia sendiri, ada banyak perusahaan besar yang berawal dari usaha keluarga rumahan, bahkan dengan pabrik produksi ala kadarnya. Meski begitu, seiring berjalannya waktu kini menjelma menjadi perusahaan besar dengan sistem saham terbuka. Sukses, besar, dan berumur panjang.
Beberapa perusahaan tersebut di antaranya adalah:
Sampoerna
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comPerusahaan rokok terbesar di Indonesia ini dulunya dirintis oleh Liem Seeng Tee, seorang Tiongkok miskin yang dibawa ayahnya merantau ke Indonesia. Di masa mudanya, dia menjadi buruh restoran di Surabaya sebelum mendapatkan kesempatan bekerja di pabrik rokok Lamongan.
Dari sini, Liem memutuskan untuk mendirikan usaha sendiri bersama keluarga. Perjalanan bisnis ini tentunya tidak berjalan mulus, tetapi terus tumbuh dan berkembang.
Di satu titik, bahkan pernah ditimpa musibah kebakaran. Di tahun 1913, bisnis rokok ini resmi menjadi badan usaha. Hampir lima dekade mendahului kemerdekaan Indonesia. Saat ini, Sampoerna ini masih dipegang oleh keluarga Liem dari generasi ketiga.
PT Indofood Sukses Makmur
Berkat perusahaan satu ini, rakyat Indonesia bisa mencicipi kelezatan mi instan Indomie, Sarimi, dan Supermi. Didirikan oleh Soedono Salim selaku pemilik Salim Group, PT Indofood Sukses Makmur hadir pada tahun 1990.
Dalam perjalanan bisnisnya, Soedono Salim memiliki banyak perusahaan besar. Namun, beberapa terpaksa harus dijual demi mempertahankan dua perusahaan besarnya, Indofood dan Bogasari. Saat ini, pemilik PT Indofood Sukses Makmur adalah Anthony Salim, anak dari Soedono Salim.
PT Djarum
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comSelain Sampoerna, ada pula perusahaan rokok PT Djarum yang didirikan oleh Oei Wie Gwan di tahun 1951. Perusahaan milik keluarga Hartono ini sukses menjadikan keluarga Hartono sebagai keluarga kaya raya dan sukses yang disorot masyarakat Indonesia.
Bahkan, Budi Hartono pemilik PT Djarum dinobatkan oleh majalah Forbes menjadi orang terkaya nomor 1 di Indonesia. Tampaknya, keputusan ayah dari Budi Hartono untuk membeli perusahaan rokok di Kudus yang hampir gulung tikar ini benar-benar membuahkan hasil.
Bakrie Group
Nama yang satu ini pastilah paling sering terdengar di Indonesia. Adalah Bakrie Group yang berdiri sejak tahun 1942, dengan bidang usaha bermacam-macam.
Mulai dari properti, pertambangan, telekomunikasi, perkebunan, metal, hingga media. Dengan banyaknya jenis usaha miliki Bakrie Group, tak heran keluarga Bakrie menjadi salah satu keluarga konglomerat tersukses di Indonesia.
Ciputra
Indonesia memiliki Ciputra Group dalam pengembangan properti di Tanah Air. Properti milik Ciputra tersebar di kota-kota besar di Indonesia.
Portofolio perusahaan ini banyak yang menyangkut hajat hidup orang banyak seperti penyediaan keamanan hingga penjaga taman.
(mdk/bim)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya