Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Perusahaan ponsel dunia ramai-ramai PHK karyawan

Perusahaan ponsel dunia ramai-ramai PHK karyawan Peluncuran Lenovo A6000. ©Humas Lenovo

Merdeka.com - Memburuknya perekonomian global karena perlambatan pertumbuhan ekonomi China berdampak pada perusahaan ponsel dunia. Permintaan ponsel pintar atau smartphone terus mengalami penurunan, terutama di China.

Selama dua bulan terakhir, belasan perusahaan ponsel termasuk pemasok komponen seperti Blackberry, Lenovo, Microsoft, Qualcomm, Panasonic dan lain sebagainya telah mengumumkan akan melakukan PHK.

Dilansir dari CNBC, Panasonic akan mengurangi atau memecat 1.300 pegawainya. Sedangkan Microsoft akan memecat 7.800 pegawai untuk restrukturisasi perusahaan. Sedangkan Blackberry tidak menyebut berapa orang yang akan di PHK.

Para ahli mengatakan, pemecatan ini tidak akan berhenti di perusahaan besar dan pembuat komponen. Semua produsen kini mencari pasar baru untuk pertumbuhan.

"Ada dua jenis PHK yang terjadi, pertama di sektor hardware dengan vendor tradisional seperti Lenovo, Motorola. Sedangkan yang lainnya adalah komponen ruang seperti di Qualcomm," ucap direktur riset Couterpoint Research, Neil Shah seperti dilansir dari CNBC di Jakarta, Senin (31/8).

Pasar terbesar ponsel pintar selama ini adalah Amerika Utara, Eropa serta China, negara ini sedang mengalami masalah ekonomi. Akibatnya, permintaan ponsel pintar melambat serta persaingan semakin ketat dengan masuknya ponsel murah asal China. Banyak produsen ponsel pintar yang terus menggenjot produksi dan membiarkan pasokan berlebih.

"Motorola misalnya, mereka sudah menguasai pasar Amerika Latin. Tapi masuknya produk murah seperti Huawei telah mempengaruhi kinerja mereka. Jadi mereka kini menumpuk stok," katanya.

Melihat kondisi saat ini, pertumbuhan pengiriman ponsel pintar secara global diprediksi akan melambat jadi hanya 10,4 persen di 2015. Angka ini jauh di bawah tahun sebelumnya yang mencapai 27,5 persen.

China sebagai pasar terbesar dunia juga mengalami perlambatan dan diperkirakan hanya akan tumbuh 1,2 persen pada tahun ini. Turun dari 2014 silam, di mana pertumbuhannya mencapai 19,7 persen. (mdk/idr)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP