Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Perusahaan penyedia konten terbesar Malaysia minat masuk Indonesia

Perusahaan penyedia konten terbesar Malaysia minat masuk Indonesia Ilustrasi smartphone. ©densnapdealtvshop

Merdeka.com - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menerima minat investasi dari perusahaan penyedia konten seluler terbesar di Malaysia untuk masuk ke Indonesia. Mereka berencana akan menanamkan investasi USD 10 juta atau setara Rp 125 miliar.

Kepala BKPM, Franky Sibarani mengatakan, perusahaan tersebut telah bertemu dengan Presiden Joko Widodo pada tahun lalu.

"Mereka berminat untuk mengembangkan bidang usaha 'mobile content' dan perdagangan senilai USD 10 juta. Perusahaan saat ini memiliki omset di Malaysia sebesar 3 juta ringgit per hari dan menjadi pemimpin di sektor 'provider mobile content'," kata Franky di Jakarta, Jumat (25/3).

Malaysia merupakan salah satu negara prioritas pemasaran investasi di ASEAN bersama dengan Singapura. Hal itu lantaran tren realisasi dan komitmen investasi negeri jiran yang cenderung meningkat.

Franky menyampaikan, tim Marketing Officer BKPM saat ini sedang berada di Malaysia untuk melakukan serangkaian kunjungan ke asosiasi bisnis serta pengusaha prospektif yang menanamkan modalnya di Indonesia.

"Tim Marketing Officer Malaysia aktif membangun jejaring bisnis untuk mengidentifikasi minat investasi dari Malaysia," ujarnya.

Ikhsan Adhi, Marketing Officer Wilayah Malaysia yang mencakup seluruh wilayah negara ASEAN kecuali Singapura mengatakan, timnya dalam dua hari terakhir melakukan kunjungan ke empat asosiasi bisnis, yakni Malaysia China Chamber of Commerce (MCCC), Kuala Lumpur Business Club (KLBC) dan Master Builders Association Malaysia (MBAM).

"MBAM merupakan asosiasi bisnis yang memainkan peran penting dalam pengembangan dan kemajuan industri konstruksi bagi pelaku bisnis Malaysia," katanya.

Pertemuan selanjutnya yaitu dengan The Associated Chinese Chambers of Commerce and Industry of Malaysia (ACCCIM).

"ACCCIM merupakan asosiasi bisnis apex untuk etnis Tionghoa di Malaysia. Dalam pertemuan tersebut disampaikan ACCCIM menyambut baik rencana tim Marketing Officer Malaysia dalam mengembangkan 'working platform' dengan seluruh member ACCCIM yang mencapai 17.000 perusahaan," jelasnya.

Selain itu, tim Marketing Officer BKPM juga bertemu dengan enam perusahaan Malaysia yang menyatakan minatnya menanamkan modalnya di Indonesia. "Dalam kunjungan tersebut kami didukung penuh oleh KBRI Kuala Lumpur," imbuhnya.

Kunjungan kerja yang dilakukan adalah untuk menjaring minat investasi serta dimanfaatkan untuk menyampaikan berbagai reformasi kebijakan investasi di Indonesia.

Dari data BKPM, realisasi investasi Malaysia tahun 2015 sebanyak 913 proyek dengan nilai investasi USD 3 miliar, tumbuh 73 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Sedangkan nilai komitmen investasi dari Malaysia pada 2015 yang mencapai USD 5,5 miliar dari sebelumnya USD 2,2 miliar atau naik 148 persen.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP