Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Perusahaan minyak Thailand bagi-bagi alat pendeteksi kanker

Perusahaan minyak Thailand bagi-bagi alat pendeteksi kanker Ilustrasi obat kanker. ©Shutterstock.com/ Tish1

Merdeka.com - Perusahaan eksplorasi dan produksi minyak bumi nasional Thailand, PTT Exploration and Production Public Company Limited (PTTEP) bekerjasama dengan Dompet Dhuafa menyumbangkan alat tes kanker serviks bagi 10 bidan inspiratif di wilayah pelosok dan pinggiran Jabodetabek secara gratis.

"Untuk menentukan 10 bidan mulai dari pendataan, penilaian kontribusi terhadap masyarakat, wawancara dan terakhir verifikasi terhadap data dan informasi yang diberikan," kata Direktur Utama Dompet Dhuafa Social Enterprise, Yuli Pujihardi di Jakarta, Selasa (14/3).

Pemberian alat deteksi dini kanker serviks kepada bidan berdasarkan banyaknya pasien ibu hamil yang ke memeriksa kehamilan dan persalinan pada bidan. Selain itu bidan juga dianggap sebagai salah satu tenaga medis yang paling dekat dengan masyarakat.

"Bidan inspiratif yang mendapatkan bantuan alat deteksi dini kanker serviks ini merupakan bidan-bidan pilihan yang teIah terbukti secara tulus melayani dan memiliki dedikasi tinggi kepada para perempuan untuk terus peduli akan kesehatan reproduksinya," kata Manager Umum PTT Exploration and Production Public Company Limited (PTTEP), Afiat Djajanegara.

Pemilihan 10 dari 1.106 bidan yang diseleksi melibatkan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) dan dalam waktu proses selama tiga bulan. Pembekalan alat deteksi dini tersebut diberikan pada klinik setingkat puskesmas di Rorotan Cilincing Jakarta Utara, Ciputat Tangerang Selatan, Kota Bekasi, dan Kabupaten Bekasi.

Kepala Bidang Pendidikan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Indra Supradewi menjelaskan, penggunaan alat deteksi dini kanker serviks yang diberikan tersebut sangat mudah digunakan dan meningkatkan presisi status adanya kanker atau tidak.

Dia menjelaskan saat ini masih sangat sedikit bidan yang melakukan deteksi dini kanker serviks pada pasiennya yang menggunakan alat. Dengan adanya alat deteksi dini kanker serviks tersebut diharapkan bisa meningkatkan upaya deteksi dini terhadap kanker seperti yang sedang dikampanyekan oleh Kementerian Kesehatan RI.

Data WHO menyebutkan, lebih dari 92.000 kasus kematian terjadi pada wanita di Indonesia di tahun 2014 akibat kanker. Sebesar 10,3 persen merupakan jumlah kematian yang disebabkan kanker serviks. Sedangkan jumlah kasus baru kanker serviks hingga kini mencapai 21.000 kasus.

Indonesia merupakan negara dengan urutan kedua tertinggi jumlah penderita kanker serviks di dunia. Tingginya jumlah penderita kanker serviks di Indonesia idealnya diimbangi dengan tingginya jumlah fasilitas kesehatan tingkat satu berupa provider (pelaksana program, yang terdiri dari dokter umum dan bidan) dan skrining.

Skrining merupakan upaya deteksi dini untuk mengidentifikasi penyakit atau kelainan yang secara klinis belum jelas dengan menggunakan tes, pemeriksaan atau prosedur tertentu. Upaya ini dapat digunakan secara cepat untuk mendeteksi dini.

Sejak tahun 2000 - 2012 usia wanita yang terserang kanker serviks semakin muda, yaitu kisaran usia 21-22 tahun. Hasil penelitian WHO menunjukkan kurangnya tindakan skrining penyakit kanker di Indonesia. Khususnya untuk skrining kanker serviks yaitu, sitologi serviks dan ulasan asam asetat, secara umum belum tersedia di pusat kesehatan primer pada 2014.

Hal ini juga ikut berpengaruh pada jumlah kematian kanker serviks di Indonesia yang tergolong tinggi, karena sebagian besar disebabkan oleh keterlambatan dalam diagnosis. Seringkali kanker sudah menyebar ke organ lain di dalam tubuh ketika seseorang memeriksakan kondisinya. Alhasil pengobatan yang dilakukan menjadi semakin sulit.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP