Perusahaan Australia minat bangun restoran Rp 10 miliar di Bali
Merdeka.com - Perusahaan restoran dan rumah makan asal Australia menyatakan minatnya untuk menanamkan modal di Indonesia senilai Rp 10 miliar. Investor di sektor makanan tersebut tertarik untuk mengawali investasinya di Indonesia dengan memilih Bali sebagai lokasi pertama.
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Franky Sibarani mengatakan, minat investasi di sektor restoran pasca dibukanya keran DNI bagi investor asing meningkat.
"Salah satunya adalah dari Australia yang disampaikan akan berencana untuk membuka restoran di Bali," ujar Franky dalam keterangan resmi kepada media, Senin (11/7).
Menurut Franky, investasi yang akan dilakukan di Bali tersebut diharapkan akan diikuti oleh perusahaan-perusahaan Australia lainnya yang bergerak di sektor pariwisata.
"Bali merupakan salah satu lokasi pariwisata terbaik di dunia. Oleh karena itu, bukan tanpa alasan investor di bidang restoran atau akomodasi memilih Bali sebagai lokasi investasinya," jelasnya.
Kepala Kantor Perwakilan BKPM di Sydney (IIPC), Sri Moertiningroem mengatakan bahwa minat investasi diidentifikasi pada one-on-one meeting di kantor IIPC Sydney.
"Investor menyampaikan bahwa sebenarnya sudah sejak lama berminat untuk berinvestasi di Indonesia, namun karena ada regulasi DNI tahun 2014 yang membatasi kepemilikan saham asing dalam bidang usaha restoran, maka mereka memilih menunda rencana usahanya," lanjutnya
Australia termasuk prioritas 10 negara pemasaran investasi bersama bersama Amerika Serikat, Singapura, Jepang, Korea Selatan, Taiwan, RRT, Timur Tengah, Malaysia, dan Inggris.
Dari data BKPM tahun 2015, realisasi investasi Australia berada di peringkat 12 sebesar USD 167 juta terdiri atas 443 proyek. Sementara dalam posisi sejak periode 2010-2015, tercatat investasi yang masuk ke Indonesia dari Australia sebesar USD 2,07 miliar.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya