Menteri Perhubungan EE Mangindaan mengatakan Perum Navigasi penerbangan yang mengawasi lalu lintas pesawat masih membutuhkan 800 karyawan tambahan. Saat ini sudah ada sekitar 1.000 karyawan yang bekerja sebelumnya bekerja di bagian Air Traffic Control (ATC) di Angkasa Pura II dan Angkasa Pura I.
"Lebih dari 1.000 petugas ATC (di Perum Navigasi). Kita masih butuh tambahan 800 anggota lagi," ucap Mangindaan di Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (16/1).
Mangindaan meminta Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) mencari tambahan kebutuhan pegawai tersebut. Tambahan pegawai tersebut dilakukan untuk memberikan kontribusi pelayanan penerbangan yang aman.
"Ini tantangan memenuhi kebutuhan ideal. Lembaga ini harus bisa memecahkan kebutuhan dan memberikan kontribusi nyata dalam rangka menyiapkan SDM menyusun rencana bersama," tukasnya
Pagi tadi, Menteri Perhubungan bersama Menteri BUMN Dahlan Iskan melakukan penyerahan SK Direksi Perum LPPNPI. Perum LPPNPI nantinya akan bekerja di bagian navigasi pesawat atau ATC.
Dengan adanya lembaga ini, penerbangan Indonesia akan dilayani oleh satu operator saja. Sebelum lembaga ini berdiri, lalu lintas penerbangan Indonesia masih dipantau oleh banyak lembaga di antaranya UPT, Angkasa Pura II, Angkasa Pura I, dan Bandara Khusus.
Menteri BUMN Dahlan Iskan sebelumnya mengatakan dengan adanya lembaga ini, navigasi penerbangan di Indonesia akan menyamai navigasi penerbangan di Eropa yang juga menggunakan single provider.
Dream team Perum Navigasi pilihan Dahlan Iskan
Menhub: Perum Navigasi tonggak sejarah penerbangan Indonesia
Petugas ATC gampang stres
Pilot buta tanpa bantuan ATC
Strategi Garuda Indonesia hadapi maskapai baru
Lima CEO tercantik sejagat
Pesawat militer buatan PT DI dipasarkan ke enam negara ASEAN
Merpati jadi salah satu maskapai terburuk di dunia
Perusahaan Bakrie kembali catatkan kerugian hingga Rp 1 miliar
Liburan, Warga Jabodetabek asyik berburu mobil
Buka cabang butuh Rp 1 M bunga bank Indonesia tertinggi se-ASEAN
Cara supaya Pertamina jadi perusahaan migas kelas dunia
Suku bunga Indonesia tertinggi se-ASEAN karena tren bank besar
Tingkatkan mutu SDM, AEKI gelar pelatihan roaster kopi
DNET rencanakan rights issue hingga Rp 7 triliun