Pertumbuhan Fintech Indonesia Menjadi Tercepat di Asia Tenggara
Merdeka.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyebut bahwa pertumbuhan industri financial technology (fintech) Indonesia menjadi yang tercepat di Asia Tenggara. Bahkan, Airlangga memprediksi industri fintech pada 2025 mendatang mampu menghasilkan USD 100 miliar.
"Di tahun 2019, laporan Google dan Temasek menunjukkan bahwa ekonomi digital Indonesia yang terbesar dengan pertumbuhan tercepat di ASEAN. Fintech memiliki peran besar dengan estimasi nilai USD 45 miliar. Dan di tahun 2025 fintech diperkirakan meningkat lebih dari USD 100 miliar," tuturnya dalam acara peluncuran "Indonesia Fintech Society (IFSoc)", Senin (9/11).
Airlangga mengatakan, pesatnya pertumbuhan fintech di tanah air tak lepas dari meningkatnya pemanfaatan digitalisasi oleh masyarakat. Khususnya pembayaran digital, e-commerce, layanan transportasi online, distribusi barang, dan lainnya.
"Di tahun 2020 kita miliki startup Fintech terbesar. Singapura 39 persen, Indonesia 20 persen, Malaysia 15 persen, dan Thailand 10 persen. Dan sektor fintech ini juga merupakan sektor yang paling dinamis dengan kompetitif hadirnya unicorn yaitu perusahaan yang besarnya lebih dari USD 1 miliar dan ada nya decacorn yang lebih dari 10 miliar USD," paparnya
Maka dari itu, Airlangga mendorong semua pihak terkait untuk terus menjaga tren positif atas pertumbuhan fintech di dalam negeri. Sehingga fintech berperan lebih dalam penyediaan layanan keuangan yang dibutuhkan oleh masyarakat.
"Sehingga digitalisasi layanan keuangan akan menjadi isu krusial dan menjadi tantangan bersama, termasuk soal kebutuhan infrastruktur yang lebih kuat. Kolaborasi pemerintah, akademisi, media massa, sektor bisnis, dan masyarakat diperlukan dalam hal inisiatif sektor keuangan dan teknologi finansial," tandasnya.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya