Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pertumbuhan Ekonomi 5,5 Persen di 2022 Bergantung dari Penanganan Covid-19

Pertumbuhan Ekonomi 5,5 Persen di 2022 Bergantung dari Penanganan Covid-19 pertumbuhan ekonomi. ©2019 Merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, menegaskan bahwa pemerintah memandang rentang target pertumbuhan ekonomi RI pada 2022 yaitu 5-5,5 persen dapat dicapai. Hal ini akan sangat tergantung pada kemampuan penanganan penularan kasus Covid-19.

"Dengan mempertimbangkan berbagai faktor, pemerintah memandang bahwa rentang pertumbuhan ekonomi sebesar 5-5,5 persen pada tahun 2022 merupakan asumsi yang secara potensial dapat dicapai. Tentunya ini akan sangat tergantung pada kemampuan menjaga penularan pandemi Covid-19," kat Sri Mulyani dalam Rapat Paripurna DPR pada Selasa (24/8).

Mengenai asumsi pertumbuhan ekonomi, kata Sri Mulyani, pemerintah terus memiliki optimisme agar akselerasi pemulihan ekonomi tetap terjaga pada 2022. Optimisme tersebut sejalan dengan prospek pemulihan ekonomi global, serta kecepatan pemulihan antar negara yang telah mampu mengendalikan kasus Covid-19. Dalam hal ini termasuk kecepatan dan akses pelaksanaan vaksinasi, serta adaptasi kebiasaan baru di semua negara.

Menurutnya, perluasan vaksinasi dan penanganan pandemi yang semakin baik di Indonesia dan di berbagai negara dunia diharapkan meningkatkan dan mendorong pertumbuhan ekonomi di Indonesia dan dunia.

"Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2021 ini yang mencapai 7,07 persen yoy, menunjukkan pemulihan ekonomi yang kuat dan dapat kita capai apabila Covid-19 dapat kita kendalikan," tuturnya.

Peningkatan kasus COvid-19 yang terjadi pada pertengahan 2021 melalui varian Delta, disebut menjadi pelajaran penting bagi pemerintah dan masyarakat untuk terus waspada, serta memperkuat upaya pengendalian kasus. Sehingga momentum pemulihan ekonomi dan kembalinya kesejahteraan masyarakat tetap dapat terjaga.

"Momentum pemulihan akan memberikan dasar untuk optimisme pemerintah, dan juga terus meningkatkan langkah-langkah di dalam mendorong kembali, baik dari sisi demand dan supply. Momentum pemulihan tidak meninggalkan kewaspadaan dan langkah antisipasi terhadap berbagai potensi risiko yang masih mungkin terjadi, baik akibat Covid-19 maupun faktor geopolitical global," jelasnya.

Dia mengungkapkan bahwa akselerasi pertumbuhan ekonomi juga didukung oleh berbagai langkah reformasi struktural yang akan terus dilakukan melalui implementasi UU Cipta Kerja. Kebijakan baru tersebut diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap kinerja investasi, serta mengakselerasi penciptaan kesempatan kerja dan pertumbuhan ekonomi.

Reporter: Andina Librianty

Sumber: Liputan6.com

(mdk/azz)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP