Pertamina Tutup 7 dan Gabungkan 18 Anak Usaha yang Kerap Rugi
Merdeka.com - Direktur Utama PT Pertamina Nicke Widyawati mengatakan pihaknya akan melakukan perampingan terhadap 25 anak cucu perusahaan yang selama ini beroperasi namun tidak untung. Anak usaha tersebut nantinya akan dilikuidasi dan dimerger.
"Kami sudah lakukan kajian untuk melihat rasionalisasi kami sudah identifikasi ada 25 perusahaan yang bisa kita lakukan likuidasi dan divestasi," ujar Nicke di Jakarta, Jumat (3/4).
Nicke melanjutkan dari 25 perusahaan ini yang akan ditutup nantinya sebanyak 7 perusahaan. Sedangkan, 18 sisanya akan di merger dengan melihat bisnis yang dijalankan.
"Dari 25 ada 8 tahun ini. Sisanya (18) tahun depan. 7 Dilikuidasi dan sisanya didivestasi," jelasnya.
Menteri Erick Minta BUMN Tetap Eksekusi Agenda Meski Ada Corona
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comSementara itu, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memastikan proses perampingan anak cucu perusahaan pelat merah ini tetap berjalan di tengah pandemi Covid-19.
"Sejak awal selalu ingin melakukan agenda-agenda yang memang sudah dibicarakan jauh-jauh hari," jelasnya.
Dia menambahkan, pandemi Virus Corona tidak boleh membuat perusahaan BUMN terlena. Apalagi jika perusahaan BUMN ini sampai pasrah menunggu keadaan Virus Corona ini rampung.
"Keadaan memang sulit karena Covid-19, tapi juga seperti yang saya sampaikan kita tidak boleh terlena pasrah tanpa terus gerak kami di BUMN tetap lakukan," tandasnya.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya