Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pertamina tak berminat caplok TPPI karena utang selangit

Pertamina tak berminat caplok TPPI karena utang selangit Kilang minyak. ©istimewa

Merdeka.com - Masa depan PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) semakin suram setelah pemerintah memilih untuk mempailitkan alias membangkrutkan perusahaan tersebut. Di sisi lain, PT pertamina dipastikan tidak mungkin mengambil alih atau mengakuisisi TPPI.

Meski tidak menyebut besarnya utang TPPI, Menteri BUMN Rini Soemarno beralasan, faktor itu menjadi dasar pertimbangan utama Pertamina tak berminat mengakuisisi TPPI.

"Pertamina masih jauh, ada masalah hukum juga dan ini beraneka ragam. Belum ada opsi itu, masih jauh," kata Rini di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (13/1).

Rini memberi sinyal, jika Kilang TPPI diserahkan kepada pemerintah sepenuhnya maka yang paling memungkinkan diambil alih PT Perusahaan Penjamin Aset. Utang perusahaan sangat banyak sehingga harus disehatkan. Namun rencana ini juga belum pasti.

"Kalau iya posisi PPA, bukan Pertamina. Kendala utangnya banyak," katanya.

Menteri ESDM, Sudirman Said juga berpendapat sama. Sudirman masih berharap agar Kilang TPPI bisa dimanfaatkan untuk ketahanan energi. Namun belum jelas rencana pemanfaatannya.

"Pemerintah dan Pertamina punya saham di sana dan harus bisa dimanfaatkan ketahanan energi kita," katanya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Pertamina, Dwi Soetjipto enggan berkomentar terkait masalah ini.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil berencana membangkrutkan atau mempailitkan kilang di Tuban tersebut. Menurut Sofyan, masalah TPPI sangat kompleks dengan utang yang begitu banyak. Bahkan Sofyan menyebut kilang TPPI ini adalah besi tua yang tidak berguna.

"Pilihannya dipailitkan. Besi tua dijual saja. Pilihan lain tidak ada lagi. Ini utangnya selangit," ucap Sofyan.

(mdk/noe)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP