Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pertamina setor dividen 2015 ke pemerintah sebesar Rp 6,8 triliun

Pertamina setor dividen 2015 ke pemerintah sebesar Rp 6,8 triliun Pertamina. ©2014 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - PT Pertamina (Persero) menyetor dividen ke pemerintah sebesar Rp 6,8 triliun pada 2015. Setoran tersebut berasal dari laba bersih yang diperoleh perseroan sebesar Rp 19,38 triliun.

"Putusan penting itu dividen Rp 6,8 triliun dari laba perusahaan Rp 19,38 triliun," ujar Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto di Kantornya, Jakarta, Selasa (31/5).

Laba tersebut disumbang diantaranya produksi hulu migas naik 11 persen dari 548,5 ribu barel setara minyak per hari menjadi 606,7 ribu barel per hari, di mana produksi gas menyumbang pertumbuhan yang signifikan yaitu 18 persen dari semula 1.61 BSCFD menjadi 1.90 BSCFD. Produksi panas bumi juga meningkat 8 persen menjadi 3.056,82 Gwh setara listrik.

Pencapaian penting di unit pengolahan juga terjadi tahun lalu, di mana pengoperasian RFCC Cilacap dan juga pengelolaan kembali TPPI memberikan dampak positif bagi kinerja pengolahan. Yield Valuable Product kilang Pertamina meningkat menjadi 75,52 persen dari sebelumnya 73,14 persen.

Di sisi pemasaran, penurunan harga dan juga semakin bervariasinya merek produk Pertamina berdampak pada peningkatan kinerja bisnis hilir. Pertalite yang pendistribusiannya dimulai pada Juli 2015, hingga akhir tahun yang sama telah terjual sebesar 373.040 KL.

Selain itu, pelumas Pertamina tetap menjadi penguasa pangsa pasar hingga 59,1 persen. Adapun, transportasi gas dan niaga gas juga meningkat masing-masing 4 persen dan 18 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Sepanjang tahun lalu, transportasi gas Pertamina melalui anak perusahaan, yaitu Pertagas mencapai 531,17 BSCF, sedangkan niaga gas mencapai 48,230 juta BBTU.

Pencapaian Pertamina lainnya adalah kesehatan keuangan yang ditunjukkan dengan pembayaran utang sebesar USD 4,07 miliar selama 2015. Adapun, realisasi investasi tahun lalu mencapai USD 3,62 miliar dengan 75 persen di antaranya dialokasikan untuk bisnis hulu.

Sementara itu, langkah efisiensi di segala lini terpantau melalui program Breakthrough Project New Initiatives Pertamina 2015 di mana sepanjang tahun lalu diperoleh efisiensi dan nilai tambah sebesar USD 608,41 juta.

"Kinerja keuangan perusahaan yang semakin baik, menumbuhkan optimisme untuk rencana investasi dan ekspansi Pertamina di masa yang akan datang. Fokus kami saat ini adalah untuk investasi hulu dan juga kilang, selain melakukan pengembangan infrastruktur hilir migas," pungkas Dwi.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP