Pertamina seleksi 45 perusahaan bangun kilang Cilacap dan Tuban
Merdeka.com - PT Pertamina memulai pelaksanaan pemilihan pemegang lisensi (licensor) untuk proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Cilacap dan New Grass Root Refinery (NGRR) Tuban. Rencananya, kedua proyek tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada akhir 2021.
Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia Rachmad Hardadi mengatakan, pemilihan licensor dilakukan untuk mendapatkan teknologi yang menentukan keekonomian dan keandalan. Proses ini akan menentukan ketepatan waktu pelaksanaan proses selanjutnya yaitu proses Front End Design (FED) dan kontruksi (EPC).
"Pertamina telah bertekad untuk menjawab tantangan pasar yang tinggi. Disisi lain Pertamina juga akan terus berupaya untuk lebih kompetitif dan bersaing. Dengan demikian, keandalan teknologi dan keekonomian proyek menjadi tuntutan sehingga peranan licensor yang capable dan internationally recognized menjadi sangat penting dalam proyek ini," kata Rachmad di Jakarta, Senin (30/1).
Rachmad mengatakan sebanyak 30 perusahaan akan bersaing untuk menjadi licensor pada proyek NGRR Tuban. Sedangkan, posisi licensor pada proyek RDMP Cilacap diperebutkan sebanyak 15 perusahaan. Selanjutnya, Rachmad mengatakan dalam menjalankan proses pemilihan ini, Pertamina dibantu oleh konsultan yang memiliki reputasi Internasional.
"Seluruh keputusan yang dilakukan adalah keputusan Pertamina dan mitra,” ungkapnya.
Sementara itu, Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto mengatakan pemilihan licensor untuk RDMP Cilacap ditargetkan tuntas pada akhir kuartal I-2017. Sedangkan, NGRR Tuban selesai pada akhir kuartal II 2017.
"RDMP Cilacap akan dilakukan groundbreaking pada Kuartal IV, sedangkan NGRR Tuban groundbreaking akan dilaksanakan pada Kuartal III. Dan yang paling cepat dilakukan groundbreaking adalah RDMP Balikpapan yaitu pada kuartal I tahun ini," pungkas Dwi.
(mdk/sau)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya