Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Harga minyak dunia anjlok, premium tak lagi disubsidi

Harga minyak dunia anjlok, premium tak lagi disubsidi Pertamina. ©2014 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Direktur Pertamina Ahmad Bambang menyatakan bahwa dengan rata-rata nilai tukar rupiah Rp 12.500 per dolar USD, membuat Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis premium tidak lagi bersubsidi. Terlebih, harga minyak dunia yang anjlok di kisaran USD 59 per barel, membuat harga keekonomiannya turun.

"Kalau dengan kurs sama. Kurs lagi naik. Kalau kursnya Rp 12.500, impas. Jadinya Rp 8.500/liter. Kita liatlah," kata Bambang di Jakarta, Rabu (17/12).

Di sisi lain, soal desakan perubahan jenis minyak RON 88 menjadi RON 92, Bambang mengaku tergantung pemerintah. Sebab, pihaknya hanya sebagai pelaku.

"Policy (peraturan) di pemerintah. Kalau tetapkan itu, ya kita ikuti," jelasnya.

Sejauh ini, Pertamina memiliki beberapa opsi terkait kebijakan harga untuk tahun depan. Namun, lagi-lagi perusahaan minyak pelat merah itu menyerahkan kepada pemerintah. (mdk/tyo)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP