Pertamina sebut pasokan Premium masih aman
Merdeka.com - Vice President Corporate Communication Pertamina Adiatma Sardjito mengakui, batalnya rencana kenaikan harga BBM subsidi jenis Premium karena Pertamina membutuhkan persiapan dan pembahasan dengan pemegang saham.
"Pertamina butuh persiapan dan pembahasan dengan pemegang saham, angkanya saya tidak tahu," kata Adiatma, di Jakarta, Rabu (10/10).
Adiatma mengungkapkan, Pertamina perlu melakukan konsultasi besaran kenaikan harga, sedangkan untuk pasokan Premium tidak ada masalah, sehingga cukup untuk memenuhi kebutuhan.
"Pasokan tidak ada maslaah, maslaah harga dan keputusan. Menunggu kesiapan itu konsultasi dulu, harganya gimana," imbuhnya.
Menurut Adiatma, saat ini Pertamina belum mengajukan kenaikan harga Premium. Sebab, Premium merupakan BBM jenis penugasan penentuan harganya menjadi kewenangan pemerintah. "Premium itu kan JBKP (Jenis BBM Khusus Penugasa), itu kewenangannya pemerintah, pertamina melaksanakan penugasan," tandasnya.
Sebelumnya, Pemerintah memutuskan untuk membatalkan rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Premium. Alasannya, pemerintah masih membutuhkan kajian mendalam sebelum menaikkan harga.
Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Agung Pribadi, mengatakan penundaan kenaikan BBM jenis Premium menjadi Rp 7.000 untuk wilayah Jawa, Madura dan Bali (Jamali) dan Rp 6.900 di luar Jamali karena PT Pertamina (Persero) selaku penyalur Premium belum siap menyesuaikan harga.
"Ditunda mungkin karena menurut kita Pertamina-nya belum siap," kata Agung, di Jakarta, Rabu (10/10).
Menurut Agung, pemerintah akan mengevaluasi kembali rencana kenaikan harga Premium, sambil menunggu kesiapan Pertamina menaikkan harga BBM jenis penugasan tersebut. "Kita evaluasi lagi ya, Dievaluasi, Pertamina yang minta (ditunda)," tuturnya.
Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono
Sumber: Liputan6.com
(mdk/azz)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya