Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pertamina Masif Cari Sumur Migas Baru di Luar Negeri

Pertamina Masif Cari Sumur Migas Baru di Luar Negeri Pertamina. ©2014 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - PT Pertamina (Persero) berjanji akan lebih masih mencari minyak dan gas (migas) di luar negeri‎ dengan cara mengakuisisi lapangan minyak di beberapa negara.

Menteri BUMN, Rini Soemarno mengatakan, ‎dukungan pemerintah ke Pertamina yang tercantum dalam nota keuangan merupakan sinyal yang baik, untuk lebih masif melakukan pencarian migas di luar negeri.

"Oh baik sekali, karena sebetulnya kita sudah ada kan," kata Rini di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Kamis (29/8).

Menurut Rini, untuk menyambut dukungan pemerintah tersebut, ‎Pertamina sedang mengincar lapangan migas di wilayah Afrika agar bisa menggarap sumur migas baru. Sebelumnya, melalui Pertamina Internasional EP, Pertamina telah menggarap Lapangan MLN di Aljazair Afrika Utara.

‎"Jadi InsyaAllah kita akan segera ke Nigeria dan beberapa negara Afrika, kita bisa dapat sumur-sumur baru," tuturnya.

Rini mengungkapkan, pencarian migas di luar negeri merupakan upaya Pertamina untuk meningkatkan produksi migas, sebab jika hanya mengandalkan sumur migas di dalam negeri peningkatannya tidak signifikan. "Kita mungkin selain dalam negeri, fokus ke dalam negeri kan kita produksinya nggak nambah tapi kalau luar negeri kita ada tambahan," ujarnya.

Direktur Hulu Pertamina Dharmawan Samsu menambahkan, untuk di luar negeri Pertamina mengincar sumur migas yang sudah produksi‎. "Kita lebih pada blok yang close to production atau on production. karena kalau eksplorasi kita lebih prefer di dalam," tandasnya.

Dalam mengelola ladang minyak di luar negeri Pertamina menyerahkan ke anak usaha PT Pertamina Internasional EP. Proyeksi rata-rata produksi minyak mencapai 112 ribu barel per hari (bph). Sedangkan minyak yang dibawa pulang ke Indonesia pada 2019 mencapai 8 juta barel.

Dikutip dari Nota Keuangan RAPBN 2020, pemerintah selama ini telah berupaya mendorong peningkatan ekspor melalui deregulasi kebijakan, penyediaan insentif fiskal, mendorong industri hilir berorientasi ekspor, hingga penguatan pembiayaan ekspor dalam program National Interest Account (NIA) di bawah LPEI. Namun tampaknya, masih dibutuhkan upaya lebih keras lagi dalam meningkatkan kinerja ekspor nasional dan menekan impor khususnya impor migas.

Karenanya, diperlukan terobosan kebijakan yang esensinya mendukung kebijakan yang sudah ada dalam rangka mengakselerasi penurunan defisit transaksi berjalan baik dalam jangka panjang maupun jangka pendek.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP