Pertamina Libatkan 2.000 Orang Tangani Tumpahan Minyak di Laut Karawang
Merdeka.com - PT Pertamina Hulu Energi (PHE) masih melakukan penanganan kebocoran gas dan tumpahan minyak di Karawang, Jawa Barat. Kebocoran gas dan tumpahan minyak tersebut berasal dari Sumur YYA-1 Blok Offshore North West Java (ONWJ) yang berlokasi di Lepas Laut Jawa Barat, Karawang.
Hingga saat ini, penanganan masih dilakukan untuk tiga aspek, yaitu pengendalian sumur, penanganan di laut, dan penanganan di darat. Koordinasi dengan pihak-pihak terkait pun terus dilakukan sehingga proses penanganan dapat berjalan sesuai dengan jadwal yang ditentukan.
Direktur Utama PT Pertamina Hulu Energi (PHE), Meidawati mengatakan, upaya penanganan tumpahan minyak melibatkan sejumlah pihak. Masyarakat juga dilibatkan dalam upaya tersebut.
Dia menjelaskan, upaya penanganan meliputi penanganan jangka pendek jangka menengah, dan jangka panjang. "Ini salah satu program yang kami lakukan. Ini awal rangkaian berkelanjutan baik jangka menengah dan jangka ke depan," kata dia, di Jakarta, Jumat (20/9).
Untuk penanganan jangka pendek, pihaknya melibatkan lebih dari 2.000 orang dari unsur masyarakat untuk membersihkan tumpahan minyak di darat.
"Jangka pendek melibatkan masyarakat. Pembersihan di darat lebih 2.000 orang. Tidak hanya yang terdampak dan kita juga membangun posko," jelas dia.
Direktur Hulu PT Pertamina (Persero), Dharmawan H. Samsu menegaskan, pihaknya berkomitmen untuk menjalankan upaya penanggulangan tumpahan minyak. Koordinasi dengan berbagai pihak terus dijalankan.
"Secepatnya dilakukan penanggulangan dan tanpa lelah. Karena kami yakin upaya ini dapat menunjukkan masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan Pertamina ada BUMN terus akan berada di Indonesia. Misi kami the power house dan menjaga keberlangsungan suplai energi," tandasnya.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya