Pertamina Lakukan Merger dan Akuisisi untuk Menjadi Perusahaan Energi Terbesar Dunia
Merdeka.com - Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Nicke Widyawati mengatakan, pihaknya saat ini fokus mengejar target menjadi perusahaan dengan nilai pasar atau market value USD 100 miliar atau Rp 1.426 triliun (kurs Rp 14.260 per USD) di 2024. Nicke menyatakan, merger dan akuisisi jadi salah satu strategi terpenting Pertamina untuk jadi salah satu perusahaan energi terbesar di dunia atau global energy champion.
"Merger dan akuisisi adalah salah satu strategi Pertamina untuk mencapai target pertumbuhan nilai pasar USD 100 miliar di 2024," ujar dia dalam The 45th IPA Convention & Exhibition, Rabu (1/9).
Guna mencapai target itu, Nicke melanjutkan, Pertamina fokus pada proyeksi jangka panjang melalui pendekatan B2B dan G2G. Perseroan juga berambisi untuk meningkatkan pertumbuhan domestik, eksplorasi usaha baru, hingga melakukan akuisisi dan kemitraan strategis.
"Kita punya kapasitas untuk menghadapi tantangan dan dinamika global selama 63 tahun usia kami berdiri," seru Nicke.
Selanjutnya
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comPertamina disebutnya juga sudah siap mengeksekusi rencana jangka panjang hingga 2030. Itu diimplementasikan pada beberapa proyek, seperti Jambaran Tiung Biru (JBT) Bojonegoro (on stream di 2021), Jirak WF di 2021, optimalisasi pengembangan lapangan-lapangan Pertamina Hulu Sanga-Sanga (OPLL PHSS) di 2022, Rantau WF di 2023, South Senoro di 2024, dan North Senoro Fase 2 di 2027.
"Dengan portfolio kuat kami, kita siap untuk memberikan kontribusi maksimal untuk mencapai target produksi nasional minyak sebesar 1 juta barel per hari dan gas 12 BCFD di 2030," tutur Nicke.
Reporter: Maulandy Rizky Bayu KencanaSumber: Liputan6.com
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya