Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pertamina: Kita usul BBM turun Rp 400, rakyat segitu sudah senang

Pertamina: Kita usul BBM turun Rp 400, rakyat segitu sudah senang Antrean SPBU di Papua. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Rencana pemerintah menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Premium dan Solar masih terus dikaji. PT Pertamina mengusulkan penurunan harga Premium dan Solar berkisar di angka Rp 200 hingga Rp 400 per liter untuk periode 1 April 2016 hingga Juni 2016.

Direktur Pemasaran PT Pertamina Persero, Ahmad Bambang mengatakan, rasio penurunan harga Premium dan Solar tersebut sudah cukup memuaskan bagi masyarakat.

"Pertamina mengusulkan, kita inginnya Rp 200- Rp 400 per liter. Kita survei, masyarakat turun segitu sudah senang," kata Bambang di Hotel Royal Kuningan, Jakarta, Selasa (29/3).

Menurut Bambang, Pertamina masih bisa memeroleh keuntungan dari penurunan harga Premium dan Solar dengan rasio harga tersebut. Keuntungan penjualan dinilai cukup untuk menutup defisit apabila harga keekonomian BBM naik pada periode Juli hingga September 2016.

Dengan demikian, harga Premium dan Solar tidak perlu naik lagi saat harga minyak naik di periode berikutnya. "Sampai Juni kita akan ada profit lumayan. Jadi ketika nanti Juli-Agustus naik kita jamin harga BBM enggak naik. Jadi masyarakat lagi puasa, lebaran, liburan sekolah, tidak ditambahi beban lagi," tuturnya.

Bambang menggarisbawahi adanya peristiwa besar yang berkaitan dengan harga-harga bahan pokok di bulan Juli, yakni Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri.

Apabila harga BBM naik pada momen-momen tersebut, tentu akan mendorong inflasi dan memberatkan masyarakat. Lebih baik sekarang harga BBM turun sedikit dan tak naik pada bulan Juli.

"Periode 3 bulan berikutnya adalah 1 Juli. Kita tahu itu puasa, menjelang Lebaran, dan liburan anak sekolah. Harga crude (minyak mentah) sudah mulai naik 10 hari belakangan, sekarang sudah USD 41 per barrel. Kalau rata-rata harga BBM nanti naik, apakah pemerintah siap bila harus melakukan perubahan harga BBM dan itu arahnya naik?" ucapnya.

Penurunan harga BBM yang besar, diyakini Bambang tidak akan berdampak signifikan terhadap harga barang-barang pada umumnya. Sebaliknya kenaikan harga BBM akan selalu diikuti oleh harga barang-barang kebutuhan masyarakat.

"Selama ini terbukti kalau harga BBM turun, itu tidak otomatis diikuti penurunan harga barang-barang pokok. Januari kemarin turun lumayan besar, tapi harga beras, daging naik. Sebaliknya kalau harga BBM naik event cuma Rp 200 per liter pasti harga-harga naik, terjadi inflasi," tutupnya.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP