Pertamina kelola Blok Mahakam, Total dan Inpex belum pasti nimbrung
Merdeka.com - Total E&P Indonesie (Prancis) dan Inpex (Jepang) masih menahan diri untuk nimbrung kelola Blok Mahakam. Perusahaan asing itu menunggu kesepakatan bagi hasil blok migas di Kalimantan Timur tersebut antara pemerintah dengan Pertamina.
"Total dan Inpex bilang mereka ingin lihat Production Sharing Contract dulu. Kalau keekonomiannya menarik dia akan masuk. Dihitung dulu splitnya seperti apa, benefit dia seperti apa. Itu yang masih dikaji," ujar Direktur Jenderal Minyak dan Gas Kementerian ESDM I Gusti Nyoman Wiratmaja Puja, Jakarta, Rabu (15/12).
Targetnya, pemerintah dan Pertamina bakal meneken kontrak bagi hasil Blok Mahakam selambatnya akhir 2015. Ini sebagai konsekuensi dari keputusan pemerintah menyerahkan pengelolaan blok diperkirakan memiliki cadangan gas sekitar 6-8 triliun cubic feet dan minyak 100 juta barel ke Pertamina pada Januari 2018.
Mengingat, kontrak Total dan Inpex di Blok Mahakam berakhir 31 Desember 2017.
Direktur Utama Pertamina Dwi Sotjipto menambahkan, Total dan Inpex tengah menghitung potensi keuntungan jika mereka kembali terlibat dalam pengelolaan Blok Mahakam.
"Mereka itu adalah perusahaan yang listed (tercatat di bursa saham), tentu masalah keekoniman menjadi penting. Nanti akan dihitung supaya tingkat keekonomiannya bisa cukup." (mdk/yud)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya