Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

'Pertamina jual elpiji saja kacau, malah ingin caplok PGN'

'Pertamina jual elpiji saja kacau, malah ingin caplok PGN'

Merdeka.com - Rencana anak usaha PT Pertamina yakni Pertamina Gas (Pertagas) mengakuisisi Perusahaan Gas Negara (PGN) dikecam Federasi Serikat Pekerja (FSP) BUMN. Serikat pekerja melihat, langkah ini hanya akan mengacaukan bisnis minyak dan gas di Indonesia. Apalagi saat ini Pertamina disebut tidak 'becus' dalam menjual elpiji ke masyarakat.

Sekjen FSP BUMN, M. Munif menyarankan Pertamina lebih baik fokus pada meningkatkan lifting minyak. Terlebih, Pertamina masih belum maksimal dalam mencapai target lifting minyak.

"Kita ingin Pertamina bagus sudah masuk Fortune 500. Kita (PGN) ingin masuk juga. Pertamina jual elpiji saja kacau balau. Benahi saja industri perminyakan. Tingkatkan lifting minyak. Lifting persaingannya juga berat. Kita ingin Pertamina besar," ucap Munif saat berbincang dengan wartawan di Jakarta, Kamis (9/1).

Kabar akuisis PGN oleh Pertagas ini mencuat setelah Menteri BUMN Dahlan Iskan berencana melebur dua perusahaan tersebut karena lini bisnisnya sama. Dahlan ingin menggabungkan dua perusahaan tersebut karena ada pipa milik Pertagas dan PGN yang bersilangan.

"Sekarang saja kita 142 BUMN labanya kalah dengan Petronas. Kita ingin jadi besar. Ini namanya menggaruk pantat yang gatal kepala. Banyak hal yang bisa diputuskan pemerintah. Banyak yang harus di prioritaskan. Tapi kita di ganggu-ganggu," tegasnya.

Secara tegas, Munif menolak rencana akuisisi PGN oleh Pertagas. Hal ini juga akan memberatkan konsumen karena harga gas akan naik. "Kita menolak karena kontra produktif. Lebih banyak mudhoratnya daripada manfaatnya," tutupnya. (mdk/noe)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP