Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pertamina Habiskan Rp140 Miliar Atasi Kebocoran Sumur Minyak di Karawang

Pertamina Habiskan Rp140 Miliar Atasi Kebocoran Sumur Minyak di Karawang Tumpahan Minyak Pertamina di Karawang. ©2019 Merdeka.com/Bram Salam

Merdeka.com - Pertamina Hulu Energi (PHE) menghabiskan dana hingga USD 10 juta atau sekitar Rp140 miliar untuk melakukan penutupan sumur YYA-1 Blok Offshore North West Java (ONWJ). Penutupan harus dilakukan agar kebocoran gas dan minyak dapat dihentikan.

Direktur Hulu Pertamina, Dharmawan H Samsu mengatakan, untuk mengatasi kebocoran gas dan Minyak dari sumur YYA-1, tim PHE melakukan sumur sumbatan (Relief Well) yang jaraknya 1,2 Km. Biaya yang dikeluarkan dalam proses tersebut ditafsir mencapai USD 10 juta.

‎"Terkait biaya relief well itu sekitar USD 7,5 sampai USD 10 juta‎," kata Dharmawan di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Senin (23/9).

‎Selain mengeluarkan biaya untuk membuat sumur sumbatan, anak usaha Pertamina tersebut juga mengeluarkan biaya lain untuk penanganan tumpahan minyak dan kompensasi yang diberikan ke masyarakat terdampak.

"Biaya yang dilakukan dalam penanggulangan ini, mulai dari peralatan 8.000 spill boom, pemasangan waring, pemasangan jaring di darat, kemudian biaya apresiasi kerja, ada biaya untuk logistik, kemudian tim membutuhkan deployment dari kapal, biaya relief well," paparnya.

Dhamawan belum bisa menyebutkan total biaya yang dibutuhkan untuk mendanai kegiatan tersebut, sebab masih menunggu perhitungan pasti. Biaya yang dikeluarkan berasal dari kas internal PHE.

"Jadi biaya biaya ini kami hitung, biaya ini yang dibutuhkan untuk menahan akibat tumpahan minyak. Kami pastikan biaya ini full audited," tandasnya.

Tumpahan Minyak Capai 5,7 Juta Karung

capai 57 juta karung rev2Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Pertamina Hulu Energi (PHE) mencatat, tumpahan minyak di laut dari Sumur YYA-1 Blok Offshore North West Java (ONWJ) telah berhasi‎l dikumpulkan sebanyak 42.000 barel per 22 September 2019.

‎Ketua Tim Penanganan Kebocoran Gas dan Tumpahan Minyak Sumur YYA-1, ‎Taufik Aditiyawarman mengatakan,‎ pihaknya telah mengumpulkan 42.000 barel minyak di laut dan 5,7 juta karung minyak tercampur lumpur dari darat.

‎"Total minyak tumpah yang tertangkap per 22 September Pukul 24.00 ini," kata ‎Taufik, di Kantor Pusat Pertamina Jakarta, Senin (23/9).

Direktur Hulu Pertamina Dharmawan H Samsu mengungkapkan, 42.000 barel minyak tersebut masih tercampur dengan‎ air, Pertamina akan melibatkan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk memilah ulang kandungan minyaknya, sehingga dapat diketahui secara pasti jumlah minyak yang keluar dari sumur YYA-1.

"42.000 barel itu fluida, jadi masih ada kandungan air di sana, kami libatkan LIPI untuk lakukan sampling, dari situ akan kami kalkulasi ulang untuk memastikan," tuturnya.

‎Pertamina ingin mengolah minyak yang terkumpul tersebut, namun masih menunggu keputusan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk menetapkan minyak tersebut bisa diolah atau menjadi Bahan Berbahaya dan Beracun (B3).

"Minyaknya mau kemanain, kan gross 42 ribu tadi, maunya kita itu, tapi yang declare itu minyak atau limbah B3 masih dikaji KLHK, tapi kami simpan di Marunda," tandasnya.

Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono

Sumber: Liputan6.com

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP