Pertamina gandeng Repsol bangun pabrik ban untuk Moto GP
Merdeka.com - PT Pertamina (Persero) menggandeng perusahaan minyak asal Spanyol, Repsol untuk membangun pabrik aromatik ekstract atau bahan baku additif untuk produksi ban karet.
"Untuk menjadikan produksi ban, ban ini khususnya ban untuk racing internasional seperti Moto GP. Ini jenis produk yang hybrid, bukan produk sembarangan ban secara massal," ujar Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda di Jakarta, Kamis (29/9).
Wianda menegaskan pabrik bahan baku ban ini ditargetkan beroperasi pada 2019. Dana investasi yang dibutuhkan dalam membangun pabrik tersebut mencapai USD 80 juta atau Rp 1,03 triliun.
"Jadi kemungkinan besar setelah review kan ada proses feasibility study (FS) atau uji kelayakan, kita lihat komposisi perusahaan patungan seperti apa. Pertamina biasanya posisinya mayoritas. Targetnya paling enggak kita harus sudah punya perusahaan di awal tahun 2017. Karena bangun pabrik bisa 18-24 bulan," jelasnya.
Nantinya, kapasitas pabrik tersebut mencapai 6.000 ton per tahun. Sedangkan, Pertamina bakal memasarkan produknya tersebut ke Asia Tenggara.
"Repsol kan kita tahu selain produsen dari karet dan juga pelumas, dia produsen terbesar untuk di kawasan dia (Eropa). Sebenarnya, dia mengajak Pertamina untuk bekerja sama karena melihat opportunity. Kita melihat prospek bisnis yang baguslah, Repsol sudah punya pangsa pasar termasuk di Asia Tenggara," pungkasnya.
(mdk/sau)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya