Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pertamina dan Kemenkeu tandatangani perjanjian pendahuluan pengelolaan kilang TPPI

Pertamina dan Kemenkeu tandatangani perjanjian pendahuluan pengelolaan kilang TPPI Jokowi tinjau kilang TPPI. ©2015 merdeka.com

Merdeka.com - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melalui Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) dengan PT Pertamina (Persero) telah menandatangani Perjanjian Pendahuluan dalam rangka pengembangan kilang PT Trans Pacific Petroleum Indotama (TPPI). Pengembangan kilang ini dibutuhkan untuk meningkatkan potensi aset yang telah ada untuk menggerakkan pertumbuhan ekonomi nasional.

Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kemenkeu, Isa Rachmatarwata mengatakan, penandatangan ini satu langkah lebih maju karena ke depan Indonesia akan memiliki industri petrokimia yang bisa diandalkan. Pemerintah dan PT Pertamina (Persero) telah berkomitmen untuk bersama-sama mengembangkan TPPI sebagai salah satu aset yang bergerak di bidang industri petrokimia.

"Industri petrokimia yang dihasilkan oleh Tuban Petro Grup merupakan industri hulu yang memegang peranan penting. Dengan pengembangan industri Ini maka akan memacu tumbuhnya industri lain dan mampu memenuhi kebutuhan industri dalam negeri, sehingga dapat menurunkan ketergantungan impor," ujarnya di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Rabu (15/8).

Sebagaimana diketahui sampai dengan saat ini produksi petrokimia baru mencukupi sekitar 40 persen dari total kebutuhan nasional. Diharapkan Tuban Petro Grup mampu menambah supply kebutuhan hingga 80 persen dari total kebutuhan.

"Ke depan dengan pengembangan Tuban Petro Grup oleh PT Pertamina (Persero) diharapkan mampu selain memenuhi kebutuhan dalam negeri juga mengekspor hasil produksinya yang dapat meningkatkan cadangan devisa negara," jelas Isa.

Berdasarkan hasil kajian yang dilakukan, pengembangan bisnis petrokimia diharapkan mampu memberikan kontribusi bagi negara antara lain:

1. Pengurangan volume impor sebesar 6.200 KTPA di tahun 2030 untuk produk Petrokimia utama

2. Berkontribusi terhadap penghematan devisa negara sekitar USD 6,6 miliar di tahun 2030

3. Proyeksi pendapatan pajak yang diperoleh negara sebesar USD 1,3 miliar di tahun 2030

4. lnisiatif pengembangan bisnis Petrokimia diproyeksikan dapat menyerap tenaga kena sebanyak kurang lebih 2.000 orang

5. Total investasi yang dibutuhkan diproyeksikan sebesar sekitar USD 12,2 milyar hingga tahun 2030

7. Pemanfaatan kondensat dalam negeri

8. Membantu mempercepat pengembangan industri hilir yang berbahan baku produk petrokimia.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP