Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pertamina akui stok BBM di sejumlah daerah rawan krisis

Pertamina akui stok BBM di sejumlah daerah rawan krisis Pertamina. ©2014 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Direktur Pemasaran PT Pertamina, Muchamad Iskandar, mengatakan masih ada wilayah operasi (Marketing Operation Regoin/MOR) yang tidak terlalu aman keadaan stok bahan bakar minyaknya (BBM). Salah satunya di Kalimantan (MOR VI) di mana stok hanya cukup untuk 22 hari.

"MOR II (Sumbagsel) itu kapasitasnya 19 hari. Di situ tidak punya basis terminal besar, jadi dibantu dari Jawa juga dari MOR I," ungkapnya di DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (28/8).

Keadaan ini menurut Iskandar, tentu amat berbeda dengan beberapa wilayah operasi lain yang punya stok yang cukup memadai seperti Jawa. "MOR I masih cukup handal 40,9 hari. Di mana, ada tiga terminal utama yakni Tanjung Uban, Sambu, dan dan Terminal Padang. Jadi back up untuk wilayah yang lain (yang mengalami kekurangan)," ujarnya.

Maka dari itu, dia mengatakan salah satu cara yang akan diambil Pertamina adalah dengan membangun tangki-tangki penampungan BBM di wilayah yang stoknya kurang. "Kita akan bangun tangki-tangki baru di terminal yang kelihatan belum berimbang antara penyaluran dan kapasitasnya," pungkasnya.

Berikut daftar kapasitas setiap Marketing Operation Regional Pertamina:

MOR I (Medan) kapasitas 40,9 hari

MOR II (Sumbagsel) kapasitas 19 hari

MOR III (Bandung) kapasitas 40,4 hari

MOR IV (Semarang) kapasitas 25,6 hari

MOR V (Surabaya) kapasitas 45,2 hari

MOR VI (Balikpapan) kapasitas 22 hari

MOR VII (Makassar) kapasitas 34,8 hari

MOR VII (Jayapura) kapasitas 39,7 hari.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP