Persaingan usaha dinilai jadi sebab kemacetan kapal di Tanjung Priok
Merdeka.com - Indonesian National Shipowners’ Association (INSA) optimistis PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II dapat menyelesaikan persoalan kemacetan kapal akibat kepadatan arus peti kemas di dalam pelabuhan Tanjung Priok.
Ketua Umum INSA Carmelita Hartoto mengatakan bahwa kepadatan arus peti kemas terjadi karena persaingan usaha. Dimana, pengelola terminal berlomba-lomba menawarkan tarif pelayanan murah kepada pemilik peti kemas.
"Untuk ini kami mengharapkan para pengelola peti kemas meningkatkan pelayanan, bukan hanya memberikan tarif yang lebih murah namun juga memberikan pelayanan yang cepat, tepat dan memuaskan," kata Carmelita dalam keterangannya, di Jakarta, Selasa (2/8).
Saat ini di pelabuhan Priok terdapat empat terminal peti kemas ekspor-impor. Yaitu, Jakarta International Container Terminal (JICT), TPK Koja, Mustika Alam Lestari (MAL), dan Terminal 3 Tanjung Priok.
Terminal yang disebut terakhir memiliki tarif berbeda ketimbang tiga lainnya. Jika di JICT, TPK Koja, dan MAL dengan Terminal Handling Charge USD 95 per peti kemas ukuran 20 feet, pelayaran hanya menikmati surcharges USD 12 per bok dan selebihnya atau USD 83 merupakan Container Handling Charge yang diperoleh pengelola terminal peti kemas.
"Dan dengan terjadi perbedaan tarif antara satu pengelola peti kemas kami melihat masih ada peluang agar THC untuk diturunkan. Hal ini agar bisa menekan biaya logistik sekaligus menarik minat pelanggan," katanya.
Seperti diketahui, sejak Sabtu 30 Juli pagi hingga Minggu 31 Juli, ratusan truk pengangkut peti kemas terlihat mengular sehingga menyebabkan kemacetan di dalam pelabuhan tersibuk di Indonesia itu. Parahnya, terminal 3 Priok hanya menyiapkan satu pintu masuk dan keluar.
(mdk/yud)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya