Persaingan bisnis dalam pasar bebas ASEAN perlu diperhatikan
Merdeka.com - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mendatangi Kantor Wakil Presiden Jusuf Kalla di Jl. Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (12/2).
Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), M. Nawir Messi mengatakan, pertemuan dengan Wapres JK untuk menyampaikan agenda-agenda terkait persaingan usaha. Pembahasan ini penting mengingat persaingan bisnis bakal semakin ketat dengan kebijakan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang segera diterapkan akhir 2015.
"Banyak isu yang kita diskusikan, perlu kesamaan visi sekaligus sinergikan program yang mau dilakukan KPPU dengan target yang dicanangkan pemerintah, sehingga bisa saling mengisi kebijakan negara secara umum. Ini penting karena kalau KPPU lakukan sesuatu yang berbeda dan bisa hambat pencapaian target pembangunan ini bisa sangat kontra produktif," papar Nawir, Kamis (12/2).
Nawir menekankan pentingnya meningkatkan kemampuan pelaku bisnis tanah air untuk bisa bersaing di setiap sektor. Tujuannya agar kebijakan MEA benar-benar memberi kontribusi besar bagi Indonesia.
"Teknis akan dilakukan oleh KPPU. Kebijakan makro kemudian diselaraskan. Kita melaporkan misalnya bahwa kita memprioritaskan sektor pangan, pemerintah juga prioritaskan sektor tersebut," jelas Nawir.
Nawir mencontohkan pentingnya pembenahan infrastruktur logistik dari sisi persaingan, sektor tersebut juga menjadi prioritas pemerintah.
"Kita prioritaskan sektor rill dan itu juga prioritas pemerintah pula. Penyelarasan seperti ini sangat penting sehingga waktu masa kerja 5 tahun bisa jadi lebih efektif," ucap Nawir. (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya