Persaingan bakal makin sengit antara tenaga kerja lokal dan asing
Merdeka.com - Tingginya tingkat pengangguran di Indonesia tak bisa dilepaskan dari ketidakseimbangan antara kebutuhan dengan jumlah tenaga kerja. Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Tenaga Kerja Benny Soetrisno mengatakan, tingginya jumlah pengangguran di satu daerah bukan hanya karena minimnya lapangan pekerjaan tapi juga tidak tersalurkan tenaga kerja ke daerah lain.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah angkatan kerja Indonesia pada Februari 2015 mencapai 128,3 juta orang. Angka ini bertambah 6,5 juta orang dibandingkan Agustus 2014 atau meningkat 3 juta orang dibanding Februari 2014.
Sedangkan penduduk bekerja, pada Februari 2015 tercatat sebesar 120,8 juta orang. Angka ini bertambah 6,2 juta orang dibanding keadaan Agustus 2014 atau bertambah 2,2 juta orang jika dibanding Februari 2014.
"Kecenderungan semakin meningkatnya peranan dan aspirasi angkatan kerja wanita dalam seluruh struktur angkatan kerja Indonesia. Dan terakhir kekurang seimbangan antar daerah dalam penyediaan dan pemanfaatan tenaga kerja Indonesia," jelasnya di Menara Kadin, Jakarta Selatan, Selasa (16/6).
Sedangkan jumlah pengangguran pada Februari 2015 mencapai 7,4 juta orang atau meningkat 210.000 orang dibanding Agustus 2014. Jika dibandingkan Februari 2014 bertambah 300.000 orang. Angka ini berpotensi membesar seiring pemberlakuan pasar bebas ASEAN atau Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Tenaga kerja asing bakal berbondong-bondong menyerbu Indonesia. Kompetisi akan semakin ketat dalam mencari pekerjaan.
"Persaingan mendapatkan pekerjaan nantinya bukan saja di antara kita sesama bangsa Indonesia tapi juga sudah sengit di antara negara ASEAN," tegasnya.
Pengusaha khawatir tenaga kerja Indonesia bakal kalah bersaing mengingat dari sisi kualitas masih kalah dibanding negara lain. Kualitas tenaga kerja berkaitan pula dengan sistem pendidikan dan pelatihan yang tak menjawab kebutuhan dunia usaha.
"Sehingga terjadi kesenjangan dan ketidakcocokan antara penawaran dengan permintaan yang berdampak pada rendahnya produktivitas dan terjadinya penggaguran. Harusnya SDM yang ada bisa memenuhi dan sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh dunia usaha," tutupnya. (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya