Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Perputaran bisnis pengendalian hama capai Rp 2 triliun

Perputaran bisnis pengendalian hama capai Rp 2 triliun Ilustrasi pestisida. Shutterstock/Olaf Speier

Merdeka.com - Sebagai industri, pengendalian hama di Indonesia memiliki potensi pasar yang cukup besar. Perputaran bisnis pengendalian hama saat ini mencapai sekitar Rp 2 triliun per tahunnya.

"Kami juga mencatat, saat ini sedikitnya ada 700 perusahaan lokal dan kini besarnya pasar pengendalian hama Indonesia tidak luput dari perhatian perusahaan asing untuk berlomba-lomba masuk menangkap peluang ini," kata Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pengendalian Hama Indonesia (ASPPHAMI), Boyke Arie Pahlevi dalam keterangannya, Kamis (19/10).

Dia mengatakan, para pelaku pengendalian hama diharapkan dapat meningkatkan standarisasi, kompetensi hingga sistem manajemen mutu perusahaan. Tak hanya itu, melalui Pest Academy, pihaknya berharap agar para pelaku usaha pengendalian hama di seluruh Indonesia menjadi lebih profesional dengan menerapkan teknologi paling mutakhir.

Boyke menjelaskan, sudah 90 persen sektor swasta menggunakan jasa pengendalian hama, tidak hanya bagi agribisnis atau pertanian saja, tetapi juga di lingkungan industri secara umum. Mulai dari industri makanan dan minuman hingga minyak dan gas, tak terkecuali kawasan perkantoran dan pemukiman yang berkaitan langsung dengan kesehatan masyarakat.

"Sektor pemukiman berkontribusi 50 persen dari keseluruhan perputaran nilai, diikuti pascapanen 30 persen, dan 20 persen untuk bangunan dan lainnya,” ungkapnya.

Pihaknya optimis, industri pengendalian hama akan terus tumbuh setiap tahunnya. Hal ini karena dukungan regulasi yang ada, kebijakan di sektor pertanian serta trend pengendalian hama yang memberikan perhatian pada kesehatan lingkungan.

Lebih jauh, dia menyebutkan, pengendalian hama juga harus diterapkan di antaranya pada industri pulp and paper, tepung terigu, pupuk, pakan ternak, kakao, semen, rokok, farmasi, dan tak terkecuali bagi industri penerbangan, kawasan industri terkait sanitasi kawasan industri, perkebunan kelapa sawit serta komoditas lainnya.

Boyke mengatakan, di lingkup pascapanen upaya pengendalian hama dapat menekan resiko penyusutan komoditi hingga 25 persen. Selain untuk mengurangi susut, penanggulangan hama juga menjamin kebersihan komoditas. Berbagai komoditas pangan sudah menggunakan jasa penanggulangan hama. Komoditas terbesar adalah beras dan jagung.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI, Muhamad Subuh menilai, perkembangan industri pengendalian hama di Indonesia saat ini sudah cukup baik. Para pelaku usaha pengendalian hama di Indonesia sudah menjalankan konsep metode pengendalian hama terkini yang disebut dengan Integrated Pest Management (IPM).

"Sebagian besar pelaku industri pengendalian hama sudah menerapkan IPM yang mengedepankan pengendalian hama secara terpadu dengan penggunaan pestisida sebagai alternatif terakhir," kata Subuh.

Tak hanya itu, menurutnya sumber daya manusia yang terlibat dalam industri pengendalian hama di Indonesia sudah cukup kompeten dan menggunakan peralatan yang ramah lingkungan. Pemerintah, kata dia, menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan Pest Academy untuk pengendalian vektor penyakit di Indonesia dengan penggunaan teknologi-teknologi mutakhir.

"Kita mendukung Pest Academy 2017. Ini merupakan wadah untuk memperluas pengetahuan dan perkembangan terbaru dalam industri pengendalian hama yang lebih aman. Ini adalah kesempatan besar untuk saling berbagi inovasi teknologi diantara negara-negara serta para pelaku industri pengendalian hama," jelasnya.

Direktur PT Media Artha Sentosa (MAS) Teddy Halim, menyampaikan bahwa dalam gelaran Pest Academy 2017, diikuti oleh para pemangku kepentingan dalam industri pengendalian hama di Indonesia, seperti pelaku dan pengguna jasa pengendalian hama, pemasok bahan kimia dan peralatan, peneliti, akademisi, pejabat pemerintah dan delegasi lainnya untuk berbagi temuan penelitian terbaru, teknologi terbarukan dan saling bertukar pengalaman.

"Pest Academy merupakan penyelenggaraan konferensi dan pameran pengendalian hama terbesar yang pertama kalinya digelar di Indonesia," kata Teddy.

Konferensi ini, kata dia, dihadiri oleh ratusan orang peserta dari latar belakang bidang yang berbeda, seperti pertanian, kesehatan, pekerjaan umum, kalangan industri, dll.

"Kami juga melibatkan para pembicara dan peserta pameran dari Amerika, Jepang, Jerman, Australia, China, Singapore, Malaysia dan lainnya," imbuhnya.

Teddy menyebutkan, Pest Academy juga menghadirkan puluhan peserta pameran yang memamerkan inovasi pengendalian hama. Tidak hanya perusahaan produsen pestisida tetapi juga produsen peralatan dan teknologi juga turut ambil bagian dalam pameran Pest Academy 2017.

(mdk/sau)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP