Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Perombakan Direksi BRI Hingga BTN Berbahaya Bagi BUMN

Perombakan Direksi BRI Hingga BTN Berbahaya Bagi BUMN Ekonom Indef Bhima Yudhistira Adinegoro. ©2018 Merdeka.com/Siti Nur Azzura

Merdeka.com - Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira mengatakan, tindakan Menteri Rini Soemarno merombak pejabat di tubuh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tergolong berbahaya. Tindakan itu juga dapat menurunkan kinerja BUMN.

"Karyawan dan direksi mengalami demotivasi. Karena perombakan direksi dan komisaris bank BUMN tidak berdasarkan pada penilaian kinerja," kata dia, saat dihubungi Merdeka.com, Jumat (30/8).

Imbas tindakan ini, lanjut Bhima, mengakibatkan ketidakjelasan jenjang karir di BUMN. Selain itu, juga bisa mengganggu tata kelola BUMN, karena menempatkan orang tidak sesuai dengan bidang keahliannya.

Dia mencontohkan, Suprajarto meniti karir di BRI yang berfokus di segmen UMKM kemudian dipindahkan ke BTN yang fokus bisnisnya adalah KPR. "Bisa dibayangkan Supra (Suprajarto) yang merintis karier di BRI (fokus bisnis) UMKM kemudian dilempar ke bank BTN yang fokus bisnisnya berbeda KPR," jelasnya.

"Ya itu yang disebut demotivasi. Kinerja karyawan bisa terpengaruh karena ketidakjelasan jenjang karier. Main comot sana sini direktur tidak sesuai keahliannya," imbuh Bhima.

Kebijakan tersebut kata dia, akan berdampak pada terganggunya kepercayaan investor. "Dalam sepekan terakhir dana asing lari Rp 1,6 triliun dari bursa, salah satunya karena RUPSLB bank BUMN. Saham bank BTN pun anjlok 6,85 persen seminggu terakhir. Ini akibat pasar kecewa hasil RUPSLB," jelas Bhima.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP