Permintaan semen di dalam negeri masih tinggi

    Reporter : Novita Intan Sari | Jumat, 28 Juni 2013 13:25




    Permintaan semen di dalam negeri masih tinggi
    bongkar muat semen. ©2012 Merdeka.com/dwi narwoko

    Merdeka.com - PT Semen Baturaja (Persero) Tbk (SMBR) menilai, permintaan semen di pasar domestik, terutama di wilayah Sumatera Selatan yang selama ini menjadi fokus distribusi semen perseroan, masih memiliki prospek yang baik untuk semakin berkembang.

    Direktur Utama SMBR, Pamudjo Raharjo mengatakan, dengan tingginya permintaan semen, perseroan menargetkan laba bersih tahun ini bisa mencapai Rp 341 miliar. Jauh di atas realisasi 2012 yang mencapai Rp 299 miliar.

    "Sejalan dengan laba tentunya tahun ini, pendapatan kami targetkan mencapai Rp1,3 triliun dengan volume penjualan mencapai 1,5 juta ton semen per tahun," ujarnya saat konferensi pers SMBR di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (28/6).

    Tingginya permintaan mendorong perseroan berencana membangun pabrik ketiganya. Kapasitasnya kurang lebih sama dengan Baturaja 2 (Pabrik kedua). Namun, diusahakan di atas 1,85 juta ton semen per tahun.

    "Permintaan semen di Sumatera sepanjang tahun lalu, mencapai 12 juta ton, naik 9 persen dari permintaan pada 2011 yang mencapai 11 juta ton," jelas dia.

    Wilayah Sumetara Selatan sendiri merupakan pasar utama perseroan. Tahun lalu, kebutuhan semen di Sumatera Selatan mencapai 4,77 juta. Tahun ini diperkirakan melonjak mencapai 5,1 juta ton.

    Perseroan akan melakukan efisiensi pemakaian energi untuk menekan biaya produksi. Hal ini dilakukan menyikapi naiknya biaya produksi setelah kenaikan tarif dasar listrik (TDL).

    Antisipasi ini dilakukan perseroan sejak satu tahun terakhir. Salah satu caranya adalah dengan modernisasi alat yang lebih sedikit menggunakan tenaga listrik.

    "Kami akan efisiensi di pemakaian listrik dan batu bara karena porsinya ke biaya produksi itu yang terbesar sampai 30 persen," ungkapnya.

    Disinggung mengenai dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), diakuinya tidak terlalu membebani biaya produksi. "Pemakaian BBM di industri semen SMBR tidaklah besar, hanya saat proses distribusi semen dari pabrik kepada masyarakat," tambah dia.

    Kendati demikian, perseroan juga belum memutuskan menaikkan harga jual semen. Namun, perseroal terus melakukan kajian untuk melihat dampak kenaikan terlebih dahulu. "Kami lihat pasarnya dulu dan akan kami hitung dampaknya," tutupnya.

    [noe]
    Kunjungi portal hao123 untuk akses internet aman dan nyaman

    KUMPULAN BERITA
    # Semen Baturaja

    JANGAN LEWATKAN BERITA
    Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

    Let's be smart, read the news in a new way.
    Tutup
    Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
    Kirim ke

    Free Content

    • URL Blog

    • Contoh : merdeka.wordpress.com

    • Email

    • Password


    saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya







    Komentar Anda


    Be Smart, Read More
    Back to the top

    Today #mTAG
    LATEST UPDATE
  • Kisah heroik Jenderal Jasin maju hentikan perang Brimob vs TNI
  • Penusukan anggota Brimob oleh TNI dipicu cekcok di lapo
  • Brimob ditusuk TNI, Kapolda imbau personel Polri tak dendam
  • Presiden Korsel anugerahi SBY The Grand Order of Mugunghwa
  • Lima teori konspirasi di balik misi antariksa dunia
  • Misteri penemuan mayat Sri Wahyuni di Bandara Soetta
  • Manusia Neanderthal adalah spesies lain kerabat manusia
  • 4 Dukungan Menteri Susi hapus pungutan dan subsidi nelayan
  • Lagi, personel TNI tusuk anggota Brimob Polda Sumut hingga tewas
  • Kebiasaan Jokowi naik pesawat ekonomi sampai sudah jadi presiden
  • SHOW MORE