Permintaan ponsel anjlok, Samsung pecat 10 persen karyawan
Merdeka.com - Samsung melaporkan akan memecat 10 persen karyawan di kantor pusat. Langkah ini bagian dari efisiensi agar perusahaan bisa terus bersaing dengan Apple dan ponsel pintar murah dari China.
Sebelumnya, samsung juga telah memecat karyawan back office di kantor pusatnya di Suwon, Korea Selatan. Ini termasuk mereka yang bekerja di bidang keuangan, sumber daya manusia (SDM) dan yang bekerja di kantor pers.
Dilansir dari Forbes, Samsung juga berencana akan memotong biaya ekspansi bisnis mencapai 50 persen atau mencapai USD 1,5 miliar pada semester I-2015 ini.
Pada awal tahun, Samsung juga mengatakan akan melakukan pemangkasan anggaran besar-besaran untuk mempersiapkan diri pada tekanan penjualan yang lebih kompetitif.
Samsung kini memasuki masa sulit karena perlambatan permintaan ponsel pintar secara global. Padahal, perusahaan baru saja meluncurkan produk baru yaitu Samsung Galaxy S6 dan S6 Edge. Namun, produk ini cukup menderita karena keterlambatan komponen.
Pada Juli lalu, perusahaan mengumumkan bahwa untuk membantu keluar dari masa sulit, samsung akan memotong harga Galaxy s6 dan s6 edge. (mdk/idr)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya