Perkecil produk, siasat industri tahu-tempe hadapi pelemahan ekonomi
Merdeka.com - Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga menyebut pelemahan rupiah tak berdampak pada industri tahu dan tempe. Meski harga kedelai impor melonjak, industri tersebut masih tetap bertahan alias tak memangkas jumlah karyawan.
"Seperti Industri tahu malah naik tenaga kerjanya," ujarnya di Jakarta, Rabu (7/10).
Sebenarnya, menurut Puspayoga, perusahaan bisa melewati badai ekonomi tanpa harus memangkas jumlah karyawan. Salah satu caranya melakukan efisensi produksi.
Dia mencontohkan, koperasi tahu dan tempe memperkecil produknya guna menyiasati mahalnya biaya impor kedelai.
"Mereka kurangi bahan bakunya jadinya lebih kecil, ini namanya kreatif."
Dia mengungkapkan, pihaknya telah menyiapkan kredit sebesar Rp 30 triliun. Ini untuk membantu usaha kecil menengah menyerap tenaga kerja.
Saat ini fasilitas kredit itu sudah dimanfaatkan oleh salah satu pengusaha warung tegal (warteg) yang penghasilannya mencapai Rp 1,5 juta per hari
"Dia pinjam Rp 20 juta untuk buka warteg lagi," ujarnya."Rp 1,5 juta per hari itu gede lho. Sekarang dengan adanya pelemahan ekonomi nggak ada pengaruh ke mereka. Tenaga kerjanya tiga orang, berarti ada warteg baru kan nambah lagi." (mdk/yud)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya