Peredaran obat dan kosmetik palsu di Indonesia mengkhawatirkan
Merdeka.com - Peredaran obat dan kosmetik palsu di Indonesia saat ini sudah mengkhawatirkan.
"Jenis obat dan kosmetik yang dijual di gerobak itu seratus persen palsu. Kita harus hati-hati," ucap Ketua Masyarakat Indonesia Anti Pemalsuan (MIAP) Widya Buenastuti saat Talkshow tentang bahaya obat dan kosmetik palsu, di Jakarta, Selasa (20/5).
Menurut Widya, peredaran obat dan kosmetik palsu di Asia Tenggara mencapai 30 persen. Di Indonesia, penjualannya mencapai USD 200 juta per tahun.
"Tempat resmi juga belum pasti asli dan kita tidak beri garansi. Kita sebagai generasi muda harus melindungi diri kita dari pemalsuan," tegasnya.
Secara global, penjualan obat palsu rata-rata mencapai USD 75 miliar per tahun. "Bahaya mengonsumsi obat dan kosmetik tidak sekedar jadi jerawatan tapi sangat luar biasa."
Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, MIAP bersama kedutaan Amerika Serikat membuat kompetisi pembuatan iklan layanan masyarakat tentang bahaya obat dan kosmetik palsu. Dari 21 video iklan layanan masyarakat yang masuk, panitia telah menyaring delapan finalis. (mdk/yud)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya