Percepat Penyaluran Insentif Nakes, Kemenkes Disarankan Buka rekening Baru
Merdeka.com - Plt. Kepala Badan PPSDM Kesehatan Kemenkes, Kirana Pritasari mengatakan, insentif tenaga kesehatan (nakes) yang sudah disetujui atau dibayarkan sebesar Rp 1,28 triliun periode hingga April 2021, dari total pagu Rp 5,3 triliun.
Angka tersebut terdiri dari tunggakan insentif Tahun Anggaran 2020 sebesar Rp 790,28 miliar. Lalu ada pembayaran Tunggakan TA 2020 melalui TUP Rp 260,380 miliar, kemudian insentif nakes TA 2021 yang disetujui Rp 202,354 miliar, dan santunan kematian Rp 32 miliar.
"Secara total dari Pagu anggaran yang masuk di dalam Dipa Badan PPSDM Rp5,3 triliun. Ini sudah disetujui dibayarkan Rp 1,285 triliun. Jadi, ini adalah anggaran 1 tahun, sampai bulan April ini kami sudah membayarkan Rp 1,285 triliun," kata Kirana dalam Update Insentif Tenaga Kesehatan, Selasa (11/5).
Kirana menjelaskan, dalam proses pembayaran insentif nakes ini membutuhkan waktu yang cukup lama, lantaran jumlah nakes penerima insentif banyak. Supaya proses penyaluran insentif berjalan dengan cepat, Badan PPSDM Kemenkes berupaya membuka rekening baru untuk nakes.
"Kami membutuhkan waktu untuk pembayaran karena jumlah nakesnya banyak dan kami harus membuka rekening baru untuk seluruh nakes ini," ujarnya.
Menurutnya, hal ini harus dilakukan lantaran pihaknya mendapat masukan dari stakeholder pengawas termasuk di dalamnya ada Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), hingga KPK.
"Kami mendapatkan masukan dari stakeholders pengawas, termasuk BPKP, KPK, BPK, bahwa insentif ini harus langsung diterima oleh tenaga kesehatan. Tidak boleh masuk ke rekening fasilitas kesehatan," jelasnya.
Untuk membuat rekening baru ini, pihaknya bekerja sama dengan bank himbara seperti BNI, BRI, Mandiri, dan Bank Syariah Indonesia (BSI). Di mana nantinya para nakes akan dibukakan rekening sesuai keberadaan cabang bank di daerah nakes berada.
"Yang disesuaikan dengan cabangnya masing-masing akan mencari para nasabahnya (nakes) ini untuk dibuatkan rekening, sehingga membutuhkan waktu," katanya.
Di akhir konferensi pers, Kirana menyampaikan permohonan maaf jika terjadi keterlambatan penerimaan insentif bagi nakes. Namun pihaknya menjamin para nakes akan mendapatkan haknya. "Jadi mohon maaf bila teman-teman nakes yang rekeningnya belum selesai dibuat untuk yang baru, tapi insyaallah ini terus dilakukan pembayarannya lancar, ini hak tenaga kesehatan," pungkasnya.
Reporter: Tira Santia
Sumber: Liputan6.com
(mdk/azz)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya