Perbankan kesulitan dapatkan karyawan berpengalaman
Merdeka.com - Kendati pertumbuhan ekonomi Indonesia masuk 10 negara dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi, survei PT PricewaterhouseCoopers (PwC) Indonesia mendapati pertumbuhan tersebut belum diimbangi penetrasi industri keuangan yang agresif.
Financial Service Partener PwC Jusuf Wibisana mengatakan survei yang dilakukan terhadap 80 eksekutif perbankan senior di sektor perbankan Indonesia dan mewakili 74 persen dari pangsa pasar bank berdasarkan aset, melihat ada tiga tantangan di industri perbankan nasional.
"Dalam survei ini, meski para bankir mengharapkan pertumbuhan yang sehat di tahun 2013, mereka melihat tantangan terkait persyaratan peraturan yang semakin meningkat, kompetisi yang lebih ketat dan kurangnya sumber daya manusia sebagai tiga kendala terbesar bagi bank dalam mencapai agenda pertumbuhan 2013," kata Jusuf di Hotel Four Season, Selasa (30/4).
Faktor kompetisi menjadi satu dari tiga tantangan yang dihadapi industri perbankan Tanah Air, naik dari peringkat dari nomor tiga tahun lalu menjadi nomor dua tahun ini. "Hal ini menegaskan, persaingan pasar yang semakin ketat telah menjadi agenda penting para bankir," katanya.
Dalam hal kekurangan sumber daya manusia (SDM) sebanyak 80 persen responden merasa ketersediaan pegawai yang berkualifikasi dan berpengalaman adalah langka atau sangat langka. "Masalah ini menjadi penghambat dalam perluasan jaringan kantor yang efektif," ungkapnya.
Kelangkaan SDM paling signifikan ada pada bagian kredit dan teknologi informasi (IT). Lebih dari 90 responden mengatakan bahwa mereka akan meningkatkan jumlah pegawai, dan dari rasio tersebut, sebanyak 48 persen mengatakan peningkatan SDM akan mencapai lebih dari 10 persen. "Semua bankir mengatakan investasi untuk infrastruktur IT akan terus berlanjut," katanya.
Mengatasi persaingan bisnis yang semakin ketat, survei PwC mendapati pergeseran fokus bisnis bank, di mana tahun lalu, perbankan berfokus pada organic growth. Seperti buka cabang, lempar banyak produk dan menambah loan. "Tahun ini, perbankan berfokus pada merger dan akuisisi," katanya.
Perbankan menilai dengan merger atau akuisisi maka modal dan penghimpunan dana nasabah juga semakin banyak. "Ketiga tantangan tersebut bukan menjadi negatif, tapi itu challenge bukan kendala bagi perbankan," ungkapnya. (mdk/arr)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya