Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Perbankan Indonesia belum antusias lebarkan sayap ke ASEAN

Perbankan Indonesia belum antusias lebarkan sayap ke ASEAN bri. ©2012 Merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Pelaksanaan Masyarakat Ekonomi ASEAN kurang dari dua setengah tahun lagi. Liberalisasi sektor perekonomian Asia Tenggara itu membuka peluang ekspansi bank-bank regional ke Indonesia.

Ketua Persatuan Bank Nasional (Perbanas) Sigit Pramono menyatakan pelaku sektor keuangan dalam negeri siap menghadapi serbuan itu. Sejak 1997, Bank Indonesia sudah aktif bersaing dengan bank-bank ASEAN seperti UOB, CIMB, atau Bangkok Bank. Hanya saja, jika bank nasional diminta ekspansi ke negara Asia Tenggara lain, belum banyak yang berminat.

"Dalam kesiapan untuk menjadi tuan rumah tidak sulit. Yang bakal menjadi persoalan, pasar domestik sangat besar membuat banyak pemain berkonsentrasi di pasar domestik," ujar Sigit di sela-sela Indonesia Banking Expo, JCC Senayan, Jakarta, Kamis (23/5).

Kalaupun harus masuk ke pasar regional, pelaku perbankan Tanah Air lebih suka bila ekspansi dilakukan seiring aktivitas sektor riil. Misalnya jika ada perusahaan Indonesia membuka cabang di negara Asia Tenggara lain, mengikuti prinsip perbankan Jepang dan Korea Selatan.

"Pengalaman Jepang ketika memasuki pasar baru, sektor riil mereka masuk diikuti bank-bank besar Jepang. Satu dasawarsa perusahaan-perusahaan Korea melakukan hal yang sama. Kami berharap kita bisa bersama-sama memanfaatkan strategi itu di pasar ASEAN," paparnya.

Menko Perekonomian Hatta Rajasa memahami pandangan Perbanas. Dari pertemuan di Brunei yang membahas persiapan Masyarakat Ekonomi ASEAN, para menteri dari negara lain mengakui peran Indonesia yang akan menjadi magnet kawasan.

Hatta mengingatkan pelaku perbankan supaya tetap mengutamakan pasar domestik terlebih dulu, dan tidak perlu memaksakan diri membuka cabang di regional.

"Dalam konteks perbankan, di Brunei dikatakan menteri lain bahwa tidak terhindarkan bila orang melihat Indonesia, karena penduduk kita banyak, infrastruktur mulai bangkit, resource bangkit, jadi wajar kalau bagi perbankan kita kurang menarik (ekspansi) keluar," kata Hatta.

Meski demikian, Hatta berharap perbankan tetap fokus meningkatkan dukungan untuk sektor riil Tanah Air. Sebab, program utama pemerintah seperti MP3EI dan sistem logistik nasional untuk menghadapi MEA sangat membutuhkan dukungan perbankan.

"Komitmen pemerintah tidak akan menggantungkan pembangunan oleh utang. Ini yang harus direspons perbankan nasional," katanya. (mdk/noe)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP