Perang Rusia Vs Ukraina Ancam Subsidi Energi Melejit
Merdeka.com - Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira menyatakan, konflik Rusia vs Ukraina berpotensi menciptakan pembengkakan subsidi energi. Sebab, konflik antar dua negara tersebut telah menyulut kenaikan harga minyak mentah dunia ke level tertinggi.
"Akibat konflik Rusia - Ukraina efek harga komoditas minyak mentah sudah tembus USD 100 per barel," ujarnya saat dihubungi Merdeka.com, Sabtu (26/2).
Sementara itu, dalam asumsi subsidi APBN 2022, harga komoditas minyak mentah dunia dipatok sebesar USD 63 per barel. Sehingga, terjadi gap yang cukup lebar dengan melihat perkembangan harga minyak terbaru saat ini.
"Dengan harga real terlalu jauh, maka imbasnya ada pembengkakan subsidi energi," bebernya.
Lakukan APBN Perubahan
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comSelain pembengkakan subsidi energi, konflik Rusia - Ukraina juga diyakini akan meningkatkan inflasi dan membuat biaya logistik jauh lebih mahal. Sehingga, akan mengerek harga kebutuhan pokok dan menurunkan daya beli masyarakat.
Oleh karena itu, Bhima mendesak pemerintah untuk segera melakukan APBN perubahan. Selain itu, pemerintah juga diminta untuk menambah dana PEN yang mencakup stabilitas harga pangan dan energi.
"Ini perlu dilakukan karena berpengaruh terhadap stabilitas ekonomi di 2022," tandasnya.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya