Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Per Oktober, utang luar negeri Indonesia turun jadi Rp 4.330 triliun

Per Oktober, utang luar negeri Indonesia turun jadi Rp 4.330 triliun Utang. ©Shutterstock

Merdeka.com - Bank Indonesia (BI) melansir data terbaru mengenai posisi utang luar negeri Indonesia. Per Oktober 2016, utang luar negeri Indonesia tercatat sebesar USD 323,24 miliar atau setara dengan Rp 4.330 triliun (kurs hari ini). Angka utang ini turun dibanding bulan sebelumnya atau September 2016 yang tercatat USD 325,26 miliar.

Namun demikian, posisi utang per Agustus 2016 ini naik jika dibanding posisi akhir tahun lalu yang hanya USD 310,05 miliar.

Dikutip dari data resmi Bank Indonesia, utang luar negeri Indonesia sebesar USD 323,24 miliar ini terdiri dari utang luar negeri pemerintah bersama Bank Indonesia serta swasta.

Porsi utang luar negeri pemerintah sendiri mencapai USD 155,94 miliar dan Bank Indonesia sebesar USD 3,85 miliar. Total utang keduanya adalah USD 159,79 miliar. Total utang ini turun dari bulan sebelumnya yang hanya USD 162,18 miliar.

Sedangkan porsi utang swasta tercatat sebesar USD 163,45 miliar. Angka utang ini naik tipis dibanding bulan sebelumnya yang mencapai USD 163,07 miliar.

Utang luar negeri swasta juga terbagi menjadi utang perbankan dan utang non-perbankan. Utang perbankan tercatat mencapai USD 29,22 miliar. Sedangkan utang luar negeri non-perbankan tercatat USD 134,22 miliar.

Untuk non-perbankan, terbagi menjadi utang lembaga keuangan bukan bank atau nonbank financial corporation yang mencapai USD 10,26 miliar. Kemudian utang perusahaan bukan lembaga keuangan atau nonfinancial corporation sebesar USD 123,96 miliar.

Bank Indonesia memandang perkembangan utang luar negeri pada Oktober 2016 masih cukup sehat, namun terus mewaspadai risikonya terhadap perekonomian nasional.

"Ke depan, Bank Indonesia akan terus memantau perkembangan ULN, khususnya ULN sektor swasta. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan keyakinan bahwa ULN dapat berperan secara optimal dalam mendukung pembiayaan pembangunan tanpa menimbulkan risiko yang dapat memengaruhi stabilitas makroekonomi," kutipan keterangan Bank Indonesia di situs resminya.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP