Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Per November, Serangan Siber di Indonesia Capai 1,3 Miliar

Per November, Serangan Siber di Indonesia Capai 1,3 Miliar Hacker. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Ketua Lembaga Riset Keamanan Siber Communication & Information System Security Research Center (CISSReC), Pratama Pershada mencatat, jumlah percobaan serangan siber ke Indonesia pada periode Januari-November 2021 mencapai 1,3 miliar.

Pratama meminta, tingginya jumlah percobaan serangan siber tersebut bisa segera diantisipasi oleh pemerintah. Diantaranya dengan terus memperkuat keamanan cyber security.

"Kalau kita lihat di Indonesia sebenarnya per November 2021 itu sudah ada sekitar 1,3 miliar jumlah percobaan serangan yang ditujukan ke Indonesia. Itu luar biasa sekali banyaknya," terangnya dalam acara InfobankTalkNews, Selasa (9/11).

Selain itu, perluasan pelatihan keterampilan digital bagi tenaga kerja di sektor informasi dan teknologi (IT) juga dinilai penting. Dengan begitu, diharapkan tenaga kerja di sektor IT bisa mendeteksi lebih dini risiko untuk kejahatan siber.

"Karena kalau kita tidak kuat (cyber security) ya pasti akan jadi korban," tukasnya.

OJK: Keamanan Siber Indonesia Telah Meningkat Dibandingkan 2018

siber indonesia telah meningkat dibandingkan 2018Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Sebelumnya, Deputi Komisioner Pengawas Perbankan I Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Teguh Supangkat menyatakan, tingkat keamanan siber di Indonesia menduduki peringkat ke-24 dari 194 negara. Sebagaimana catatan Global Cyber Security Index.

"Berdasarkan catatan Global Cyber Security Index, tingkat keamanan siber di Indonesia menduduki peringkat 24 dari 194 negara," ujarnya dalam acara Launching Cetak Biru Transformasi Digital Perbankan, Selasa (26/10).

Sedangkan secara regional di Asia Pasifik, posisi Indonesia berada di peringkat ke-6. Teguh menyebut, peringkat Indonesia ini telah mengalami peningkatan yang cukup baik dibandingkan dengan tahun 2018.

"Indonesia (2018) menduduki posisi 48 secara global dan peringkat 9 secara regional," terangnya.

Meski mengalami perbaikan, keamanan siber tetap merupakan hal yang krusial khususnya bagi sektor keuangan. Sebab, potensi risiko dan serangan siber akan semakin meningkat seiring dengan peningkatan penyediaan layanan perbankan secara digital.

Oleh karena itu, OJK mendorong perbankan serius dalam memastikan keamanan adopsi teknologi informasi yabg digunakan dalam menjalankan operasional bisnisnya.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP