Per 26 Mei, Rp978 M Dana Desa Cair Untuk Padat Karya Tunai dan Serap 281.304 Pekerja
Merdeka.com - Menteri Desa, PDT, dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar, mengakui saat ini program Padat Karya Tunai Desa (PKTD) macet atau tertunda. Sebab, semua fokus pada penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa.
"Terkait dengan Padat Karya Tunai Desa memang agak stuck dipelaksanaan BLT karena semua fokus menyelesaikan dan menangani BLT Dana desa, maka Padat Karya Tunai Desa cenderung mengalami stuck, tapi kita terus pantau," kata Menteri Halim dalam Konferensi pers virtual update Penyaluran BLT dana Desa, Rabu (27/5).
Menteri Halim menjelaskan posisi PKTD per 26 Mei sebesar Rp978 miliar telah disalurkan, dengan besaran untuk upah Rp256 miliar dan menyerap tenaga kerja sebanyak 281.304 jiwa.
"Jadi PKTD per 26 Mei 2020. Kita update juga, namun rata-rata desa masih fokus pada BLT dana desa. Nanti sebagai geliat stimulus ekonomi di desa peningkatan daya beli di desa, PKTD yang akan menjadi fokus, dan dananya masih ada, karena itung-itungan kita justru melebihi dari simulasi yang awal," jelasnya.
Dirinya mengungkapkan 30 persen dana desa akan dialokasikan untuk BLT dan 10 persen untuk pencegahan dan penanganan covid-19. Sehingga masih ada 60 persen lagi yang bisa digunakan untuk relaksasi dan gerakan-gerakan ekonomi lainnya pasca covid-19 ini.
Jokowi Minta Mendes Buat Pedoman Padat Karya Tunai Agar Cepat Tersalurkan
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comPresiden Joko Widodo atau Jokowi mendapatkan laporan pada akhir Maret dana desa belum disalurkan dengan maksimal. Sebab itu, Mantan Gubernur DKI Jakarta meminta kepada Menteri Desa PDTT Abdul Halim Iskandar untuk membuat pedoman agar program padat karya tunai bisa diterapkan.
"Saya minta dari Kemendes membuat pedoman, memberikan panduan agar program padat karya tunai bisa betul-betul masif dan tepat sasaran," ungkap Jokowi saat rapat terbatas terkait Percepatan Program Padat Karya Tunai bersama Menteri Indonesia Maju melalui siaran telekonference di Istana Bogor, Jawa Barat, Selasa (7/4).
Dalam bulan Maret ini, dana desa baru tersalurkan 32 persen. Hal tersebut kata Jokowi baru dikeluarkan Rp9,3 triliun dari 4 tahap. Pertama 28 triliun jika ditotal jadi Rp72 triliun.
"Baru 13 persen, masih kecil sekali," jelas Jokowi.
Sebab itu, Jokowi menjelaskan program padat karya harus diprioritaskan kepada keluarga miskin, pengangguran. Dia juga meminta agar upah yang diberikan bisa dilakukan setiap hari.
"Kalau bisa memang upah kerja itu diberikan setiap hari. Tapi kalau engga bisa ya satu minggu," jelas Jokowi.
Tidak hanya itu, Jokowi juga meminta agar pelaksanaan padat karya tunai dilakukan dengan menjaga jarak aman. Sehingga kegiatan tersebut tidak jadi penyebaran Covid-19.
Reporter: Tira Santia
Sumber: Liputan6
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya