Penyaluran kredit perbankan di September 2017 melambat
Merdeka.com - Bank Indonesia memprediksi pertumbuhan kredit perbankan di 2017 akan berada di kisaran 8 persen. Sedangkan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) diperkirakan ada di kisaran 10 persen.
Gubernur Bank Indonesia, Agus Martowardojo menjelaskan, pertumbuhan kredit di bulan September saja mengalami penurunan jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya.
"Pertumbuhan kredit September 2017 tercatat 7,9 persen (yoy), turun dari bulan sebelumnya 8,3 persen (yoy). Sementara itu, pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) pada September 2017 tercatat 11,7 persen (yoy), meningkat dibandingkan bulan sebelumnya 9,6 persen (yoy)," ungkapnya di Bank Indonesia, Jakarta Pusat, Kamis (16/11).
Dengan mempertimbangkan masih rendahnya pertumbuhan kredit tersebut, Agus mengatakan Bank Indonesia menetapkan Countercyclical Capital Buffer (CCB) tidak berubah yaitu 0 persen.
"Kebijakan ini dimaksudkan untuk mendorong upaya bank dalam meningkatkan fungsi intermediasi. Bank Indonesia bersama otoritas terkait akan terus berkoordinasi untuk memastikan stabilitas sistem keuangan dapat tetap terjaga guna mendukung momentum pemulihan ekonomi," kata dia.
Meski demikian, Agus mengatakan stabilitas sistem keuangan terjaga meskipun intermediasi perbankan belum cukup kuat.
Hal tersebut dapat dilihat pada rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) perbankan yang cukup tinggi pada level 23,0 persen dan rasio likuidltas (AL/DPK) pada level 22,6 persen di September 2017.
"Pada bulan yang sama, rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) berada pada level 2,9 persen (gross) atau 1,3 persen (net)," jelas Agus.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya