Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Penurunan harga daging ayam dorong deflasi September 2015

Penurunan harga daging ayam dorong deflasi September 2015 Ayam. ©2012 Merdeka.com/Shutterstock/Gravicapa

Merdeka.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat harga barang secara umum turun atau deflasi 0,05 persen pada September 2015.

Itu turut menekan inflasi sepanjang tahun ini (Januari-September) sebesar 2,24 persen. Dan, inflasi tahunan (September 2014-September 2015) sebesar 6,83 persen.

Kepala BPS Suryamin memaparkan penyebab utama deflasi adalah daging ayam. Harga komoditas tersebut turun hingga 9,31 persen. Penurunan tertinggi terjadi di Jambi 25 persen dan Pematang Siantar 23 persen.

"Ini karena cukup banyak suplainya atau persediaan di sentra produksi," jelas Suryamin di kantornya, Jakarta, Kamis (1/10).

Kemudian, harga cabai merah turun 10,98 persen. Penurunan tertinggi di Padang Sidempuan dan jambi, masing-masing sampai 40 persen.

"Cabai merah kalau tidak hujan ya bagus."

Tarif angkutan udara turun 10,22 persen, bawang merah (9,97 persen), cabai rawit (12,27 persen). Kemudian, harga minyak goreng turun sebesar 1,95 persen dan bahan bakar minyak (BBM) sebesar 0,53 persen.

"Bobot bensin itu besar, hampir sama dengan beras, hampir 4 persen. Artinya, perubahan dua komoditas ini cukup tinggi, ke inflasi cukup tinggi juga. Makanya pemerintah kan mengendalikan beras dan bensin itu."

(mdk/yud)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP