Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Penurunan harga BBM tak ditanggapi antusias masyarakat

Penurunan harga BBM tak ditanggapi antusias masyarakat SPBU Abdul Muis. ©2014 merdeka.com/muhammad lutfhi rahman

Merdeka.com - Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium dan Solar resmi turun sejak hari ini. Tidak hanya itu, BBM jenis Pertalite dan Pertamax juga mengalami penurunan.

Pantauan merdeka.com, hingga siang ini, Selasa (5/1), sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) tidak terlihat mengalami antrean panjang. Salah satunya SPBU di Jl. Baru, Bekasi.

SPBU dengan nomor 34-17129 ini tidak mengalami antrean yang berarti. "Biasa aja sih mas, dari pagi juga seperti biasa tidak sampai mengekor panjang," ujar operator SPBU, Sahrial kepada merdeka.com di Bekasi, Jawa Barat, Selasa (5/1).

Dia juga membeberkan meski sejak malam konsumen berkurang, pagi hari SPBU tidak membludak. "Malem agak berkurang, mungkin karean tahu besok BBM turun makanya tidak diisi dulu, tapi pas hari ini biasa aja, sama seperti kemarin," jelasnya.

Sementara itu, SPBU lainjya dengan nomor 34-17537 juga tidak terlihat ramai. Hanya saja, semua jenis bahan bakar posnya terisi padat.

Salah satu konsumen, Sumedi, mengatakan jika penurunan harga BBM tidak terlalu banyak memberi dampak. Namun, dia tetap bersyukur karena harga BBM turun tanpa dipungut Dana Ketahanan Energi (DKE).

"Tidak terlalu ngasih dampak banget karena turunnya sedikit ya. Tapi lumayan sih turun harganya, apalagi tidak pakai pungutan (DKE) itu," tukasnya.

Sebelumnya, Direktur Utama Pertamina, Dwi Soetjipto mengumumkan harga BBM terbaru yang telah dikurangi harga ketahanan energi.

"Kami sampaikan sesuai dengan harga keekonomisan harga Solar turun dari Rp 6.700 menjadi Rp 5.650 per liter," katanya.

Selanjutnya harga kerosen tetap Rp 2.500 per liter, harga Premium non-Jawa Madura Bali turun dari Rp 7.300 menjadi Rp 6.950 perliter. Sedangkan harga Premium di Jawa-Madura-Bali turun dari Rp 7.400 menjadi Rp 7.050 per liter.

"Di luar yang ditetapkan pemerintah, Pertamina juga akan menurunkan harga produk yang lain seperti Pertalite turun dari Rp 8.250 menjadi Rp 7.900 per liter, pertamax DKI-Jabar turun dari Rp 8.650 menjadi Rp 8.500 per liter, dan pertamax Jateng-DIY turun dari Rp 8.750 menjadi Rp 8.600 perliter," katanya.

Selain itu, harga Pertamax Jatim turun dari Rp 8.750 menjadi Rp 8.600 per liter, Pertamax Plus DKI turun dari Rp 9.650 menjadi Rp 9.400 per liter, Pertamax Dex DKI turun dari Rp 9.850 menjadi Rp 9.600 per liter, dan solar NPSO turun dari Rp 8.300 menjadi Rp 8.050 per liter.

Sedangkan perubahan harga domestik gas meliputi elpiji 12 kg rata-rata nasional turun Rp 5.800 per tabung sedangkan Jabodetabek turun Rp 5.600, bright gas 12 kg rata-rata nasional turun Rp 4.800 per tabung sedangkan Jabodetabek Rp 4.600, bright gas 5,5 kg Jabodetabek turun Rp 4.500 per tabung, ease gas 9 kg Jabodetabek turun Rp 5.000 per tabung, ease gas 12 kg Jabodetabek turun Rp 6.000 per tabung, ease gas 14 kg Jabodetabek turun Rp 8.000 per tabung, dan elpiji 6 kg rata-rata nasional turun Rp 2.000 per tabung.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP