Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Penumpang MRT Diprediksi Naik 30 Persen di Masa Transisi New Normal

Penumpang MRT Diprediksi Naik 30 Persen di Masa Transisi New Normal Kereta MRT Jakarta. ©Liputan6.com/Arya Manggala

Merdeka.com - Direktur Utama Moda Rakyat Terpadu atau Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta, William Sabandar mencatat, jumlah penumpang selama masa transisi kenormalan baru di Jakarta naik 17-18 persen. Dia pun memprediksi jumlah penumpang bisa naik 30 persen.

Dia menjelaskan, saat vrus corona mewabah di Indonesia, jumlah penumpang menurun drastis hingga 94,11 persen. Kemudian, saat masa Pembatasan Sosial Berskala Besar, jumlah penumpang MRT hanya mencapai sekitar 3 persen saja.

"Terjadinya covid-19 menyebabkan krisis di mana pun, kalau digambarkan customer MRT hanya 3 persen saja, bisa dibayangkan selama tiga bulan pertama Maret, April, Mei jumlah penumpang turun drastis, dan ketika Juni masa transisi kita sudah ada di angka 17-18 persen, terus bulan depan diperkirakan diposisi 30 persen," kata William dalam MarkPlus Industry Roundtable sektor transportasi, Jumat (19/6).

Kendati begitu, dia tidak menaruh harap jika peningkatan penumpang akan mencapai keadaan semula yakni 100 persen untuk ke depannya. Sebab, saat ini masih ada pembatasan jumlah penumpang dan penerapan protokol kesehatan. "Mungkin nanti maksimum 60 persen kenaikan penumpangnya," ujarnya.

Maka dari itu, pihaknya akan mempertahankan pelayanan prima (service excellence) yang bisa ditawarkan dan memenuhi harapan dan kebutuhan pelanggan. Misalnya dalam penerapan protokol kesehatan, kenyamanan saat menggunakan MRT dibandingkan moda transportasi lainnya.

"Lifestyle yang kita bentuk pada saat kita mulai memasuki fase recovery, jadi kita konsen pada recovery pada semua protokol namanya BANGKIT singkatan dari Bersih, Aman, Nyaman, Go Green, Kolaborasi, Inovasi, dan Tata Kelola Yang Baik. Inilah brand yang baru jadi the new life style di fase covid-19 itu yang dijual oleh korporasi transportasi yang seperti sekarang ini," tandasnya.

Jam Operasional MRT Selama PSBB Transisi

PT MRT Jakarta mengubah jarak kedatangan kereta atau headway mulai Senin (8/6). Perubahan itu juga terjadi saat jam sibuk di hari kerja dan non sibuk.

Direktur Utama PT MRT Jakarta, William Sabandar menyatakan, headway saat jam sibuk di hari kerja yakni 5 menit dan untuk jam non-sibuk pada hari kerja adalah 10 menit.

"Jam operasional weekdays atau hari kerja pukul 05.00 WIB sampai dengan pukul 21.00 WIB," kata William dalam keterangan tertulis, Minggu (7/6).

Dia menjelaskan, jam sibuk yang dimaksud yaitu pukul 07.00 WIB – 09.00 WIB dan 17.00 WIB – 21.00 WIB. Jam non-sibuk yaitu pukul 05.00 WIB – 07.00 WIB dan 09.00 WIB – 17.00 WIB.

Sementara itu, kata William, untuk headway pada akhir pekan (weekend) juga berubah selama 20 menit sekali dengan jam operasional mulai pukul 06.00 WIB sampai 20.00 WIB.

"Untuk jumlah penumpang dibatasi 62 sampai 67 orang per kereta (gerbong) atau 390 orang per rangkaian kereta," ucapnya.

Reporter: Tira Santia

Sumber: Liputan6.com

(mdk/azz)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP