Penumpang KRL Turun 32 Persen
Merdeka.com - VP Corporate Communications PT KCI, Anne Purba mengatakan, perjalanan KRL Commuter Line pada Senin (16/3) berjalan normal seperti biasa dengan melayani 991 perjalanan yang meliputi seluruh lintas yaitu Bogor/Depok-Jakarta Kota pp, Bogor/Depok-Jatinegara pp, Cikarang/Bekasi-Jakarta Kota pp, Rangkasbitung-Tanah Abang pp, Tangerang-Duri pp, dan Tanjung Priok-Jakarta Kota pp.
Namun, sejak adanya pemberitahuan mengenai kuliah online, penutupan tempat umum dan destinasi wisata sejak Sabtu (14/3) Pengguna Jasa KRL turun 32 persen. Penurunan ini khususnya terlihat di sejumlah stasiun yang terdampak kebijakan ini.
"Untuk Stasiun Ancol turun 59 persen. Stasiun Jakarta Kota turun 38 persen. Lalu Stasiun Juanda turun 25 persen. Kemudian, Stasiun UI turun 17 persen," ujar Anne melalui pesan singkat kepada merdeka.com, Jakarta, Senin (16/3).
Anne mengatakan, sampai siang ini juga terpantau ada penurunan jumlah pengguna jasa KRL. Dari data yang ada, pada hari Senin PT KCI normalmya melayani 1 juta hingga 1,1 juta pengguna dalam satu hari. Sementara hingga pukul 14.00 siang ini volume pengguna hanya mencapai 350.000.
"PT KCI memprediksi hari ini jumlah pengguna mencapai 700.000 sampai 800.000 atau turun 27 persen. Sepertinya beberapa perusahaan juga sudah menerapkan anjuran work from home," kata Anne.
Dalam situasi saat ini, sebagai operator KRL Commuter Line PT KCI berupaya untuk tetap menyediakan layanan transportasi kepada masyarakat yang membutuhkan terutama petugas medis, pekerja di apotek, pekerja di sektor layanan publik dan hingga sektor logistik yang vital termasuk penyediaan bahan pokok.
PT KCI mengajak para pengguna mengikuti imbauan dari pemerintah untuk bekerja, belajar, dan beribadah dari rumah. Imbauan tersebut penting untuk mencegah penyebaran virus corona semakin meluas. Dengan KRL tetap beroperasi normal tanpa mengurangi frekuensi perjalanan, PT KCI berharap layanan ini dapat digunakan untuk kebutuhan mendesak yang harus menggunakan transportasi publik.
Dengan memperhatikan imbauan pemerintah tersebut, pengguna jasa yang masih menggunakan KRL tetap dapat menjaga jarak di dalam kereta dan saling mengingatkan agar bersama-sama dapat meminimalisir penyebaran virus.
Sebelum menggunakan KRL, PT KCI juga mewajibkan pemeriksaan suhu tubuh untuk seluruh calon pengguna. Pemeriksaan ini wajib diikuti pengguna yang akan naik KRL di sejumlah stasiun termasuk stasiun-stasiun terpadat yaitu: Stasiun Bogor, Manggarai, Gondangdia, Juanda, Sudirman, Tanah Abang, Duri, Tangerang, dan Rangkasbitung.
PT KCI Lakukan Pencegahan Corona
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comUntuk menjaga kelancaran alur pengguna di stasiun, pemeriksaan diatur sebagai berikut:
1. Pengguna yang akan naik KRL dari sembilan stasiun ini wajib masuk dari pintu akses stasiun yang menyediakan pemeriksaan suhu tubuh. Sementara di stasiun-stasiun lainnya, pemeriksaan suhu tubuh dilakukan secara acak dengan menyasar sebanyak mungkin pengguna KRL.
2. Bagi penumpang yang saat diperiksa suhunya melebihi 38 derajat celcius tentu akan diminta untuk tidak menggunakan KRL terlebih dahulu.
3. Dalam menjalani pemeriksaan ini, PT KCI mengajak pengguna untuk tetap antri dengan tertib dan mengikuti pemeriksaan demi kesehatan bersama.
PT KCI juga mengimbau kepada seluruh pengguna jasa untuk tetap menjaga kebersihan dan kesehatan. Kedua, memperhatikan etika batuk dan bersin di ruang publik. Ketiga, menggunakan masker, terutama bagi pengguna jasa yang sedang sakit maupun dalam masa pemulihan. Keempat, mengunjungi Pos Kesehatan Gratis KCI di 30 Stasiun jika merasa kurang sehat/tidak fit. Kelima, tetap menjaga jarak diantara pengguna semaksimal mungkin.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya