Penumpang Kapal Feri Menurun Drastis Pasca Tsunami Selat Sunda
Merdeka.com - Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi mencatat jumlah pengguna angkutan penyeberangan lintas Merak-Bakaheuni menurun drastis, akibat adanya tsunami beberapa waktu lalu. Padahal, penyeberangan lintas terpadat di Indonesia itu sempat mengalami peningkatan pada 21-22 Desember 2018.
"Yang penyeberangan, saya katakan pada tanggal 21-22 itu naiknya tinggi sekali, dari 5.000 menjadi 10.000 untuk kendaraan. Kemudian penumpang dari 30.000 menjadi 50.000. Kemudian setelah itu turun, dan itu turunnya tinggi sekali hampir setengahnya," kata Budi di kantornya, Rabu (26/12).
Penurunan ini tidak hanya satu hari setelah terjadinya tsunami, melainkan hingga saat ini jumlah penumpang masih di bawah rata-rata jumlah penumpang saat liburan tahun baru yang di atas 50.000 penumpang.
"Dan sampai sekarang pun saya masih menerima beberapa pertanyaan masyarakat bagaimana dengan penyeberangan saat ini. Sampai saat ini masih terjadi ya mungkin ketakutan di masyarakat," ujar Budi.
Untuk meyakinkan kembali masyarakat dan memberikan kenyamanan selama libur tahun baru, pihaknya bersama dengan stake holder akan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tetap menggunakan angkutan penyeberangan.
Reporter: Ilyas Istianur Praditya
Sumber: Liputan6.com
(mdk/azz)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya